EgyptAir 'tak menikung' sebelum jatuh

EgyptAir

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pesawat A320 EgyptAir itu sebelumnya disebut melakukan belokan tajam dan berputar sebelum jatuh.

Penerbangan EgyptAir yang jatuh di Mediterania tidak berbelok dan mengubah arah sebelum menghilang, kata seorang pejabat Mesir.

Pesawat Airbus A320 itu sedang dalam perjalanan dari Paris ke Kairo dengan 66 orang ketika menghilang dari radar Kamis pagi pekan lalu.

Menteri Pertahanan Yunani mengatakan, pesawat berbalik menikung 90 derajat ke kiri lalu berputar 360 derajat ke arah kanan sebelum jatuh.

Tapi seorang pejabat senior penerbangan Mesir mengatakan tidak ada gerakan yang tidak biasa yang dilakukan pesawat itu.

  • <link type="page"><caption> EgyptAir: militer Mesir publikasikan puing yang ditemukan di laut Mediterania</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160521_dunia_egyptair_temuan.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Sinyal tanda bahaya akibat asap 'terdeteksi' sebelum EgyptAir jatuh</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160519_dunia_mesir_pesawat.shtml" platform="highweb"/></link>

Ehab Azmy, kepala dinas navigasi udara Mesir mengatakan kepada Associated Press bahwa pesawat terbang pada ketinggian normal, 37.000 kaki (11.280m) sebelum lenyap dari radar.

Sejumlah puing telah ditemukan, dan kotak hitam data penerbangan masih terus dicari.

"Fakta ini mengesampingkan pernyataan para petugas Yunani yang mengatakan pesawat tiba-tiba kehilangan ketinggian sebelum menghilang dari radar," katanya.

Tidak jelas, mengapa terjadi perbedaan pandangan begitu tajam antara Yunani dan Mesir tentang fakta ini.

Sejumlah puing yang ditemukan di Laut Tengah.
Keterangan gambar, Sejumlah puing yang ditemukan di Laut Tengah.

Menteri Pertahanan Yunani Panos Kammenos sebelumnya mengatakan bahwa radar menunjukkan EgyptAir itu membuat dua belokan tajam dan mengalami penurunan ketinggian tajam lebih dari 25,000 kaki (7.620m) sebelum tercebur ke Laut Tengah atau Mediterania.

Namun Ehab Azmy mengatakan bahwa tak ada masalah dengan pesawat itu saat memasuki wilayah udara Mesir.

Pesawat itu selanjutnya terjejak 'selama semenit atau dua menit sebelum kemudian lenyap.'

Para penyelidik mengatakan, asap terdeteksi di berbagai bagian di kabin tiga menit sebelum pesawat lenyap dari radar.

Disebutkan, pesan-pesan adanya asap itu "biasanya berarti awal dari api yang menyala," namun, kata seorang juru bicara, "Kami tak mengambil kesimpulan apa pun. Semuanya masih dugaan belaka."