AS peringatkan perpecahan Turki-Kurdi di perang Suriah

suriah_kurdi_turki

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Turki berkata tidak akan mentolerir pasukan Kurdi beroperasi di barat sungai Efrat

AS mengatakan pertempuran antara Turki, pemberontak pendukung Turki dan pejuang sekutu Kurdi yang terjadi di utara Suriah tidak dapat diterima dan harus dihentikan.

Perpecahan di tempat-tempat yang tidak melibatkan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS justru menjadi ‘sumber keprihatinan yang mendalam’, demikian isi twitter utusan pasukan AS untuk koalisi anti-Negara Islam.

Pasukan Turki menyerang pasukan yang mereka panggil ‘teroris’ Kurdi sejak melewati perbatasan pada pekan lalu.

Namun pejuang Kurdi, YPG mengatakan Turki hanya ingin menduduki wilayah Suriah.

  • <link type="page"><caption> Perang Suriah: Turki tewaskan 25 orang dalam serangan udara</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160828_dunia_turki_serangan" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> AS desak aksi untuk Suriah terkait penggunaan senjata kimia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160825_dunia_as_suriah" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Ledakan bom di pesta pernikahan di Turki: 30 tewas dan 90 terluka</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160821_dunia_bom_pernikahan_turki" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Awali operasi militer, Turki membombardir ISIS di perbatasan Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160824_dunia_turki_serangan_jarablus_isis" platform="highweb"/></link>

Presiden AS Barack Obama akan menemui Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan di Cina Minggu (04/09), sebelum pertemuan G20, dan akan mendiskusikan Suriah, seperti diumumkan Gedung Putih.

Pemerintah Turki berkata tujuan mereka mendorong baik kelompok yang menamakan diri mereka Negara Islam dan pejuang Kurdi untuk menjauh dari perbatasan mereka.

Pejuang Turki dan faksi sekutu dari kelompok pemberontak Free Syrian Army (FSA) telah mengusir kelompok Negara Islam atau ISIS keluar dari kota di perbatasan Suriah, Jarablus, pada Rabu.

Sejak saat itulah kelompok FSA menguasai desa-desa sekitar yang dikuasasi oleh pasukan Syria Democratic Forces (SDF) yang didukung AS dan dipimpin oleh pasukan Kurdi.

Militer Turki telah melangsungkan 61 serangan artileri pada 20 target sekitar Jarablus dalam 24 jam, kata kantor berita Turki Anadolu, Senin.

Turki telah mendesak pasukan Kurdi, yang dianggap sebagai teroris, untuk mundur ke timur menyebrangi sungai Efrat.

Kelompok Perlindungan Kurdi (YPG), yang mendominasi pasukan Syria Democratic Forces (SDF), mengatakan pihaknya telah menarik pasukannya dan menuduh tindakan Turki tersebut adalah ‘dalih’ untuk menduduki Suriah.

Menteri Pertahanan AS Ash Carter berkata YPG "akan dan sedang menarik mundur " ke arat timur Efrat.

Dia meminta Turki untuk tetap fokus berperang melawan kelompok Negara Islam dan tidak terlibat sengketa dengan SDF.

Dia berkata AS ‘sangat mendukung’ kegiatan-kegiatan Turki menolak kelompok Negara Islam dan usaha mereka mengamankan perbatasan – namun bukan wilayah di Jarablus.

Kekuatiran Turki terhadap ekspansi Kurdi meningkat setelah SDF mengambil alih kota Manbij yang strategis di Suriah dari kelompok Negara Islam dua minggu lalu.