Banjir hambat upacara pembakaran jenazah di India

varanasi

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Warga India memandang Gangga sebagai sungai suci dan menggunakan bantarannya untuk melakukan pembakaran jenazah.

Banjir di kota suci Varanasi, negara bagian Uttar Pradesh, India memaksa dihentikannya upacara pembakaran jenazah di sepanjang sungai Gangga.

Para pejabat mengatakan sebagian orang harus melakukan kremasi di atap rumah di kota itu.

Banyak warga India memandang Gangga sebagai sungai suci dan menggunakan bantarannya untuk melakukan pembakaran jenazah.

Penganut Hindu meyakini jika seseorang dikremasi di Varanasi akan terlepas dari penderitaan dalam siklus kelahiran dan kematian.

  • <link type="page"><caption> Foto menteri India digotong di tengah banjir, dicemooh netizen</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160822_dunia_india_banjir" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Dokter berhasil mengambil 40 pisau dari perut seorang pria di India</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/08/160823_majalah_india_pisau" platform="highweb"/></link>

Dua dari 80 ghats, anak tangga ke air, di pinggir Gangga di Varanasi khusus dipakai untuk pembakaran jenazah manusia.

"Karena ghats tidak bisa dipakai untuk kremasi, atap rumah kuno (havelis) dan rumah lainnya di sepanjang ghats dipakai untuk pembakaran jenazah, meskipun lebih sulit melakukannya," kata juru bicara pemerintah Uttar Pradesh, Shailendra Pandey, kepada kantor berita AFP.

Utpal Upadhyay, warga yang sudah lama tinggal di tempat itu mengatakan ini adalah "banjir terburuk di kota suci sejak tahun 1978".

varanasi

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Kremasi di Varanasi akan melepaskan penganut Hindu dari penderitaan dalam siklus kelahiran dan kematian.