Krisis Yaman, Oxfam kecam kesepakatan senjata Inggris dan Saudi

Sumber gambar, Reuters
Badan kemanusiaan Oxfam menuduh para menteri Inggris "menyangkal dan mengacau" terkait kesepakatan penjualan senjata ke Arab Saudi, yang dapat digunakan di Yaman.
Pemerintahan Yaman yang didukung Saudi berperang melawan pemberontak Syiah.
Pemerintah Inggris menghadapi sejumlah desakan pelarangan penjualan senjata ke Arab Saudi di tengah-tengah kekhawatiran terjadinya pelanggaran hukum kemanusiaan dalam perang tersebut.
Seorang juru bicara pemerintah mengatakan pihaknya puas kesepakatan Saudi memenuhi "persyaratan izin ekspor" Inggris.
- <link type="page"><caption> Sekjen PBB serukan kerja sama dalam traktat persenjataan global</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2012/07/120727_unarmstreaty" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Intelijen Saudi "selamatkan" ratusan orang di Inggris</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/02/150202_saudi_inggris" platform="highweb"/></link>
Oxfam menyatakan Inggris telah berubah dari "pendukung kuat" Traktat Perdagangan Senjata menjadi "salah satu pelanggar paling penting".
Traktat tersebut menentukan standar internasional perdagangan senjata konvensional dan berusaha mencegah perdagangan senjata gelap.
Pemerintah yang menandatanganinya, seperti Inggris, diharapkan mengkaji kontrak ekspor senjata untuk memastikan senjata tidak melanggar embargo senjata yang berlaku, tidak digunakan bagi kejahatan perang, pelanggaran hak asasi manusia dan tidak akan dialihkan untuk penggunaan yang ilegal.






