Cegah penyebaran radikalisme, ekstremis di Inggris akan ditempatkan di penjara khusus

penjara

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Ulama radikal Anjem Choudary dihukum karena mengajak orang lain mendukung kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Tahanan ekstremis yang "berusaha meracuni pikiran orang lain" akan ditempatkan di unit khusus di penjara Inggris dan Wales, seperti disampaikan pemerintah Inggris.

Menteri kehakiman Inggris Liz Truss mengatakan "tidak dapat melanjutkan" sistem penjara yang membiarkan tahanan ekstremis "menyebarkan ideologi beracun ke penghuni penjara yang lain".

Sebuah lembaga pemantau penjara Prison Reform Trust menyatakan rencana ini hanya menangani "setengah masalah".

Kebijakan ini dikeluarkan setelah sebuah laporan menemukan terdapat "kelambanan" dalam mengatasi "masalah yang semakin meningkat" terkait ekstremisme Islamis di penjara.

Dia mengatakan kepada BBC "sejumlah kecil" unit khusus akan diciptakan untuk memisahkan "ekstremis yang paling subversif".

  • <link type="page"><caption> Penjara seumur hidup untuk pembunuh 'penghina' Islam</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160809_dunia_inggris_islam" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Peringatan radikalisme Islam di penjara Inggris</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2011/08/110819_ukriotfull" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Penjara Inggris kebanjiran napi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2011/08/110819_ukriotfull" platform="highweb"/></link>

Dia mengakui ada "risiko" ketika sekelompok ekstremis dapat menjadi sangat berpengaruh ketika mereka disatukan, tetapi dia mengatakan pemerintah harus "memisahkan pihak-pihak yang kemungkinan akan bekerja sama sehingga menimbulkan lebih banyak masalah".

Truss mengatakan rencana tersebut diantaranya berupa pemberian "pelatihan dan wewenang untuk mengatasi ekstremisme" kepada staf penjara.

Dia juga menyampaikan rencana untuk menarik buku ekstremis dari perpustakaan penjara dan memperketat seleksi pengawas penjara.

Paling terkena

Peter Dawson, dari Prison Reform Trust, mengatakan unit khusus seharusnya hanya untuk sejumlah kecil tahanan, dan seharusnya mereka ditempatkan disitu untuk sementara waktu.

Dia mengatakan reaksi pemerintah hanya mengatasi "setengah masalah", karena masalah paling mencemaskan bukanlah di penjara pengamanan tinggi dan perekrut ekstremis kemungkinan sulit diidentifikasi karena mereka tidak selalu menjalani hukumen terkait dengan pelanggaran terorisme.

Penjara kelompok lebih rendah yang "paling terkena" pemotongan staf dalam beberapa tahun terakhir, dan staf penjara seperti ini memerlukan pelatihan yang baik dan waktu untuk membangun hubungan dengan tahanan agar dapat mengumpulkan data intelijen, kata Dawson.

Baru-baru ini seorang ulama radikal, Anjem Choudary, dihukum karena terbukti mengajak orang lain untuk mendukung kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.