Mengapa cuitan Islamofobia meningkat di bulan Juli?

Sumber gambar, Getty
- Penulis, Catrin Nye
- Peranan, Wartawan program Victoria Derbyshire
Hampir 7.000 cuitan 'Islamofobia' dikirimkan dalam bahasa Inggris setiap hari pada bulan Juli di dunia, demikian pantauan BBC.
Puncaknya terjadi pada bulan April lalu setelah terjadi serangan truk Nice dan usaha kudeta militer di Turki, dengan jumlah cuitan 2.500.
Empat puluh sembilan kata dan tagar digunakan sebagai ukuran cuitan anti-Islam, kata lembaga pemikir Demos.
Twitter menyatakan pihaknya "terus menanam modal besar" untuk mencegah pelecehan.
Demos menganalisa kicauan yang tercatat antara bulan Maret dan Juli, serta menilai terdapat 215.247 cuitan dalam bahasa Inggris yang "kemungkinan besar" anti-Islam, menghina atau membenci.
Sebagian besar cuitan di wilayah Eropa kemungkinan berasal dari Inggris, selain negara lain seperti Belanda, Prancis dan Jerman.
- <link type="page"><caption> Serangan Nice: Lima orang didakwa melakukan tindakan terorisme</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160722_dunia_serangantruk_limaorangdituntut" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Komunitas Gay Muslim AS menentang homofobia dan Islamofobia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/06/160614_trensosial_orlando2" platform="highweb"/></link>
Angka tertinggi cuitan Islamofobia dikirim dalam satu hari mencapai 21.190, yang terjadi pada tanggal 15 Juli, saat seorang pria menabrakkan truk ke kerumunan orang yang berada di pinggir pantai Nice, menewaskan 85 orang.
Kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS menyatakan salah satu pengikutnya melakukan serangan itu.
Puncak lainnya terjadi pada tanggal 17 Juli, hari setelah usaha kudeta di Turki, dimana 10.610 tweet dikirim dan pada tanggal 26 Juli, di hari ketika seorang pastor Katolik dibunuh kelompok Islam militan pada sebuah gereja di kota Rouen, Prancis. ISIS menyatakan penyerang gereja bersumpah setia kepada mereka.
Tingginya angka tweet anti-Islam juga terjadi setelah serangan bunuh diri ISIS di Baghdad, Irak, yang menewaskan lebih 250 orang pada tanggal 3 Juli, dengan 9.220 pesan pada 5 Juli, dan pada hari setelah penembakan di Dallas, AS, dimana lima perwira polisi tewas. Penembaknya, Micah Xavier Johnson, bukan Muslim.
Meskipun beberapa faktor lain dapat mempengaruhi dua puncak jumlah cuitan Islamofobia, Demos mengatakan sejumlah peristiwa ini yang paling berkemungkinan menjadi penyebabnya.

Carl Miller, direktur penelitian lembaga penelitian kiri-tengah ini, mengatakan tweet tersebut mencemaskan karena adalah contoh orang-orang bukannya "membenci ISIS, (tetapi) orang yang marah terhadap dunia Muslim yang lebih luas".
Dia menggambarkan posting seperti itu "merusak, menyakiti dan sangat bermasalah", tetapi dia juga menambahkan bahwa berdasarkan hukum Inggris "hanya sebagian kecil yang melanggar hukum".
"Hanya ketika terdapat ancaman yang nyata terhadap kehidupan seseorang benar-benar melanggar hukum, dan karenanya orang-orang di internet sebenarnya lebih tidak terlindungi dibandingkan di dunia nyata terkait penerimaan pelecehan sejenis itu."
Islam tidak membaur
Ruqaiya Haris, 23 tahun, adalah seorang mahasiswi di London yang juga penulis dan aktif di Twitter.
Dia menerima tweet yang mengatakan Muslim "sudah terlalu lama disini", "tidak cukup membaur" dan "mengancam cara hidup kami".
Dia mengatakan dirinya "selalu" menerima lebih banyak pesan setelah sejumlah serangan seperti yang terjadi di Nice.
"Apa yang saya katakan tidak perlu dipermasalahkan, atau apa yang saya tulis, atau yang saya unggah. Respon setelah serangan teroris akan selalu mengecam Islam atau mengejek Islam, atau mengejek saya, atau mengejek hijab saya.
"Bahkan saat saya membicarakan sesuatu yang sama sekali tidak berhubungan. Bahkan saat saya menyatakan duka cita kepada para korban".
Bicara jujur
Deeyan Khan adalah pendiri Sister-hood, sebuah majalah internet yang memuat penulis Muslim wanita.
Dia meyakini pembicaraan secara jujur perlu dilakukan agar orang tidak begitu merasa perlu menyerang di internet.
- <link type="page"><caption> ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan gereja Prancis</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160726_dunia_prancis_gereja_isis" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Penembakan Dallas: Pembunuh 'siapkan serangan lebih besar'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160711_dunia_dallas_seranganberencana" platform="highweb"/></link>
"Setiap kali sebuah serangan teroris terjadi, kita tidak memerlukan pernyataan pers yang standar dari masjid di dekatnya yang menyatakan kita mengutuknya," katanya, "bukan itu yang orang ingin saksikan."
Khan juga percaya menghentikan penyerangan sebagai jawaban. Perhatian seharusnya dipusatkan pada mendidik orang tentang apa yang dia pandang sebagai masalah yang tersembunyi.
"Saya pikir apa yang orang di Barat tidak ketahui adalah sasaran pertama (serangan ekstremis) adalah Muslim lainnya. Muslim menderita di tangan kelompok barbar ini selama berpuluh tahun.
"Banyak dari kita dihukum, mengalami kekerasan, pemenjaraan karena kita menentang para ekstremis, itu bukan cerita yang biasanya Anda dengar."
Seorang juru bicara Twitter mengatakan, "Peraturan kami melarang memicu atau terlibat dalam pelecehan atau penyerangan terhadap orang tertentu.
"Kami terus menanam modal dalam jumlah besar untuk menyempurnakan alat dan sistem penguatan agar kami lebih baik dalam mengidentifikasi dan mengambil langkah yang lebih cepat terkait dengan penyerangan yang sedang terjadi dan mencegah pelakunya melakukannya kembali."









