Ulama radikal Inggris bersalah mendukung ISIS

Sumber gambar, Reuters
Ulama radikal yang tersohor di Inggris dinyatakan bersalah karena mengajak orang-orang mendukung kelompok yang menyebut diri negara Islam atau ISIS, laporan terbaru menyebutkan.
Polisi mengatakan Anjem Choudary, 49 tahun, mengikuti 'jalur tatanan hukum' selama bertahun-tahun, tapi ditahan pada 2014 setelah bersumpah setia kepada kelompok ISIS.
Dan banyak orang yang mencoba melakukan pelanggaran teror berat yang terpengaruh pidato-pidatonya.
- <link type="page"><caption> Ulama Inggris 'pendukung' ISIS dilepaskan bersyarat</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150904_dunia_isis_ulama" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> 'Ulama radikal' Inggris didakwa karena mendukung ISIS</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150805_dunia_inggris_radikal" platform="highweb"/></link>
Kepala unit kontraterorisme Inggris sudah menghabiskan 20 tahun untuk membawa Choudary ke pengadilan agar dia dan organisasinya dinyatakan terlarang, karena meradikalisas kaum muda.

Sumber gambar, Getty
Choudary dan orang kepercayaannya, Mohammed Mizanur Rahman, didakwa dengan satu pelanggaran pidana, yaitu meminta bantuan untuk ISIS antara 29 Juni 2014 sampai 6 Maret 2015.
Dia juga pernah menjadi juru bicara di Al-Muhajiroun, sebuah organisasi yang terkait dengan puluhan tersangka teroris.
Pimpinan organisasi itu, Omar Bakri Muhammad, melarikan diri dari Inggris setelah bom bunuh diri di London pada 7 Juli 2005.
Choudary kemudian menjadi salah satu militan Islam yang berpengaruh di Eropa dan beberapa pengikutnya pergi dari Inggris untuk bertempur di Suriah atau mencoba pergi ke sana.
Di pengadilan terungkap bahwa dalam satu pidatonya pada Maret 2013, jelas Choudary menginginkan Islam 'mendominasi seluruh dunia.'











