Keliru lapor pencurian, turis terjebak di penampungan pengungsi

paspopr Cina

Sumber gambar, GETTY

Keterangan gambar, Ia dengan santai membiarkan paspor dan visanya diambil oleh pihak berwenang Jerman.

Seorang turis Cina menghabiskan waktu hampir dua pekan di sebuah penampungan pengungsi di Jerman karena keliru mengajukan permohonan suaka ketika ia sebenarnya ingin melaporkan pencurian.

Media Jerman mengatakan wisatawan backpacker berusia 31 tahun itu tak bisa bahasa Jerman maupun Inggris, menjalani pemeriksaan medis dan sidik jarinya diambil sesudah pelaporan.

Seorang pekerja Palang Merah kemudian mengetahui bahwa pria itu kecopetan, dompetnya dicuri di Stuttgart. Tapi bukannya pergi ke polisi, wisatawan itu malah mengisi formulir untuk mendaftar sebagai pendatang pencari suaka.

  • <link type="page"><caption> Wisatawan Cina tewas dalam kecelakaan bus di Taiwan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160719_dunia_taiwan_bus" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Turis Cina dipukuli di Hong Kong</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/10/151020_majalah_cina_turis" platform="highweb"/></link>

Baru setelah datangnya seorang yang berbahasa Mandarin, teka-teki itu terpecahkan.

'Tak berdaya'

Peristiwanya terjadi pada awal Juli: turis itu tiba di penampungan itu dalam sebuah bus dari Dortmund yang mengangkut kaum pendatang.

"Dia begitu berbeda dari yang lain. Sangat, sangat tak berdaya," kata pekerja Palang Merah Christoph Schluetermann.

sidik jari

Sumber gambar, GETTY

Keterangan gambar, Ia kecopetan, tapi bukannya pergi ke polisi, wisatawan itu malah mengisi formulir untuk mendaftar sebagai pencari suaka.

Sebuah aplikasi terjemahan mengukuhkan kecurigaan Schluetermann bahwa turis itu terjebak dalam prosedur pencarian suaka karena kekeliruan.

Berdasarkan aplikasi terjemahan, diketahui bahwa turis itu mengatakan "ungkapan seperti 'saya ingin melakukan perjalanan ke luar negeri,'" kata Schluetermann. Terungkap bahwa turis itu berencana untuk mengunjungi Italia dan Prancis.

Pria asal Cina utara itu lalu dengan santai membiarkan pihak berwenang untuk mengambil paspor dan visanya, dan mengambil sidik jarinya.

Dia kemudian menjalani pemeriksaan medis dan diberi dokumen baku yang didapatkan migran pada saat kedatangan di Jerman. Di penampungan sementara bagi para pendatang itu ia mendapatkan makanan dan diberi uang belanja.

  • <link type="page"><caption> Turis Cina terobsesi berlibur dengan kapal pesiar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cap/2015/10/151009_vert_cap_cina_turis" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Turis Cina diminta 'tak meludah' di tempat umum</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2013/05/130517_majalahlain_cina_turis" platform="highweb"/></link>

Schluetermann menelpon ke berbagai konsulat, untuk mengidentifikasi wisatawan itu. Sebuahkesalahan pada visa pria itu mengakibatkan masalahnya lebih panjang lagi.

Akhirnya proses permohonan suaka yang keliru itu dihentikan dan sang turis malang bisa melanjutkan turnya keliling Eropa.

Menurut seorang wartawan Jerman, pria itu tidak marah tapi saat meninggalkan Jerman ia mengatakan bahwa bayangan sebelumnya tentang Eropa sangatlah berbeda dibanding yang dia alami itu.