Helikopter Rusia ditembak jatuh di Suriah, lima tewas

Sumber gambar, Reuters
Lima orang Rusia yang berada dalam helikopter militer terbunuh saat helikopter diduga ditembak jatuh oleh pemberontak di Suriah bagian utara, kata pihak berwenang Rusia.
Helikopter Mi-8 itu jatuh di Provinsi Idlib pada Senin (01/08). Pejabat Kementerian Pertahanan mengatakan tiga awak helikopter dan dua petugas berada di helikopter Mi-8 tersebut.
Helikopter itu kembali setelah mengantarkan bantuan kemanusiaan ke kota Aleppo, kata pejabat Kementerian Pertahanan.
- <link type="page"><caption> ISIS 'membakar' helikopter dan truk Rusia di Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160524_dunia_isis_rusia" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Pesawat Rusia ditembak jatuh Turki: Marinir Rusia tewas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151125_dunia_rusia_turki_helikopter" platform="highweb"/></link>
Belum jelas kelompok mana yang menembak jatuh helikopter Rusia.
Persekutuan kelompok pemberontak, termasuk faksi jihad garis keras memiliki kekuasaan dominan di Provinsi Idlib, di Suriah bagian barat laut.

Sumber gambar,
Rusia sebelumnya pernah kehilangan pesawat, meskipun hal ini jarang terjadi, sejak mereka meluncurkan misinya untuk membantu pemerintah Suriah pada akhir September 2015.
Pada Juli, dua pilot Rusia terbunuh ketika helikopter mereka ditembak jatuh di sebelah timur kota Palmyra oleh kelompok yang menyebut diri Negara Islam (ISIS).
Juga, pada November lalu, pilot pesawat tempur Rusia SU-24 terbunuh ketika pesawatnya ditembak jatuh oleh Turki di perbatasan Suriah.
Seorang anggota marinir Rusia yang dikirim dalam misi penyelamatan pilot tersebut juga tewas terbunuh ketika helikopternya ditembak jatuh.
Rusia adalah pendukung utama Presiden Suriah, Bashar al-Assad, dan mendukung tentara propemerintah dengan melancarkan serangan udara untuk menyerang para pemberontak.
Rusia dan Suriah mengumumkan pembukaan kawasan yang mereka namakan koridor kemanusiaan untuk warga sipil dan pemberontak yang ingin menyerah, tapi dilaporkan sedikit orang menggunakan bantuan tersebut karena takut mereka menjadi sasaran serangan.









