Aparat Prancis umumkan identitas dua penyerang gereja

Kedua pelaku sempat menyandera sejumlah jemaat dan membunuh pastor berusia 86 tahun.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Kedua pelaku sempat menyandera sejumlah jemaat dan membunuh pastor berusia 86 tahun.

Para jaksa Prancis mengumumkan identitas sosok kedua dalam penyerangan gereja yang menewaskan seorang pastor, pada Selasa (26/07).

Sosok kedua itu bernama Abdel Malik Petitjean, seorang remaja berusia 19 tahun.

“Setelah uji DNA, teroris itu dapat dikenali dengan nama Abdel Malik Nabil Petitjean,” ujar seorang sumber di dalam kantor kejaksaan Prancis.

  • <link type="page"><caption> Tersangka penyerangan gereja Prancis pernah ditangkap </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160727_dunia_prancis_gereja_pelaku" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan gereja Prancis </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160726_dunia_prancis_gereja_isis" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Penyandera Gereja Prancis tewas ditembak polisi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160726_dunia_prancis_gereja" platform="highweb"/></link>
Pastor Jacques Hamel, 86 tahun, dibunuh dalam serangan.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pastor Jacques Hamel, 86 tahun, dibunuh dalam serangan.

Sebelumnya, aparat Prancis telah mengumumkan identitas orang pertama, yaitu Adel Kermiche, 19 tahun. Jaksa penuntut umum Francois Molins mengatakan bahwa Kermiche sempat ditangkap dua kali pada tahun lalu ketika berusaha mencapai Suriah.

Kedua temaja itu ditembak mati oleh aparat di luar Gereja Saint-Etienne-du-Rouvray, pinggiran Kota Rouen. Namun, mereka sudah terlebih dulu menyandera dan membunuh Pastor Jacques Hamel, 86 tahun.

Molins menuturkan, kedua penyerang membawa “alat ledak tiruan yang dibungkus lembaran alumunium” bersama senjata tangan ketika mereka memasuki gereja Katolik itu.

Kantor berita yang memiliki kaitan dengan ISIS, Amaq, memberitakan "dua tentara ISIS" melakukan penyerangan.