ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan gereja Prancis

prancis

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Presiden Francois Hollande (tengah) bersalaman dengan polisi nasional setelah penyanderaan gereja Saint-Etienne-du-Rouvray.

Presiden Prancis, Francois Hollande, mengatakan dua penyerang yang membunuh seorang pendeta pada satu gereja di dekat kota Rouen, menyatakan dukungan kepada kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Berbicara di tempat kejadian serangan hari Senin, Hollande mengatakan ISIS telah menyatakan perang dan Prancis akan menggunakan semua cara untuk memerangi mereka.

  • <link type="page"><caption> Penyandera Gereja Prancis tewas ditembak polisi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160726_dunia_prancis_gereja" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Prancis perpanjang keadaan darurat enam bulan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160720_dunia_prancis_darurat" platform="highweb"/></link>

Kantor berita yang memiliki kaitan dengan ISIS, Amaq, memberitakan "dua tentara ISIS" melakukan penyerangan.

Paus Fransiskus menyatakan "rasa sakit dan kengerian terkait kekerasan tidak masuk akal ini".

Sebelumnya, polisi di Prancis utara mengatakan dua pria bersenjata, yang menyandera beberapa orang di sebuah gereja di dekat Rouen, tewas ditembak aparat keamanan.

Sejumlah laporan sebelumnya menyebutkan empat sampai enam orang disandera di gereja Saint-Etienne-du-Rouvray.

Paling tidak satu sandera meninggal, yaitu pendeta berusia 92 tahun, sementara beberapa lainnya dalam kondisi kritis.