Lebih dari 150 orang tewas dan ratusan ribu dievakuasi akibat banjir di Cina

Ribuan penduduk desa menutup jalan sebagai aksi protes terhadap kurangnya peringatan akan bahaya banjir.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Ribuan penduduk desa menutup jalan sebagai aksi protes terhadap kurangnya peringatan akan bahaya banjir.

Banjir di Cina utara dan tengah telah menewaskan sedikitnya 150 orang, banyak yang masih hilang dan ratusan ribu orang mengungsi, menurut pejabat.

Provinsi Hebei dan Henan adalah yang terparah terkena banjir bandang dan longsor.

Sedikitnya 114 orang tewas di Hebei, dengan 111 hilang dan 53.000 rumah hancur, kata pihak berwenang.

Di satu kota, Xingtai, sedikitnya 25 orang tewas, dan memicu demonstrasi terhadap pemerintah yang gagal memperingatkan mereka akan ancaman banjir.

Ribuan penduduk desa menutup jalan pada Jumat, namun polisi dikirim untuk menghentikan aksi protes, menurut South China Morning Post.

  • <link type="page"><caption> Banjir di Cina, sedikitnya 78 orang tewas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160723_dunia_banjir_cina.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Banjir di Cina membuat 100 buaya lepas dari kandang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/07/160707_majalah_banjir_buaya.shtml" platform="highweb"/></link>

Penduduk desa mengeluhkan soal kurangnya peringatan banjir dan upaya penyelamatan yang tidak efektif.

Jumlah korban di provinsi Hebei termasuk 26 orang tewas dan 34 hilang di wilayah Jingxing, menurut kantor berita Xinhua.

Provinsi Henan juga terdampak parah, dilaporkan ada 15 kematian dan 72.000 orang dievakuasi.

Diperkirakan sekitar 1,5 juta hektare tanaman panen yang rusak selain juga kerugian akibat hilangnya hewan ternak.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Diperkirakan sekitar 1,5 juta hektare tanaman panen yang rusak selain juga kerugian akibat hilangnya hewan ternak.

Pemerintah Cina sudah mengatakan bahwa mereka akan menyediakan dana bantuan untuk daerah-daerah banjir, di mana jutaan orang terkena dampaknya.

Listrik mati dan masalah besar komunikasi serta transportasi melanda area yang luas, menurut Xinhua.

Hujan musim panas di Cina terjadi sangat deras tahun ini.

Diperkirakan ada sekitar 1,5 juta hektare tanaman panen yang rusak dan kerugian ekonominya melebihi $3 miliar atau Rp39 triliun lebih.