Pengunaan lahan bekas rumah bin Laden di Pakistan timbulkan 'sengketa'

bin laden
Keterangan gambar, Bin Laden tinggal di dalam bangunan tiga lantai di balik tembok tinggi ini, selama beberapa tahun sebelum kematiannya.

Pemerintah lokal dan militer Pakistan terlibat perselisihan mengenai peruntukan tanah di bekas tempat mantan pemimpin al-Qaeda, Osama bin Laden, tinggal sebelum dibunuh pasukan khusus Amerika Serikat, di kota Abbottabad, Pakistan.

Sengketa itu bermula karena pemerintah setempat bermaksud membangun tempat bermain anak sementara pihak militer berkeinginan membuat tempat pemakaman, seperti dilaporkan wartawan BBC, M Ilyas Khan, dari ibukota Pakistan, Islamabad.

  • <link type="page"><caption> Tandai kematian Osama bin Laden, CIA lontarkan cuitan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160502_dunia_binladen_cia" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Tujuh hal mengenai Osama bin Laden</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160302_dunia_binladen_alqaeda_tujuh_hal" platform="highweb"/></link>

Kedua pihak memperebutkan kontrol terhadap tanah itu dan Rabu (20/07) pihak militer mendirikan tembok di sekitarnya sehingga membuat pemerintah setempat terkejut.

Bin Laden dibunuh lewat operasi pasukan khusus Amerika Serikat, Navy Seal, yang menyerbu kompleks perumahan itu bulan Mei 2011.

Dia tinggal di tempat tersebut secara rahasia, di dalam sebuah bangunan tiga lantai di balik tembok tinggi selama beberapa tahun sebelum kematiannya.

Sejak saat kematiannya, tanah tersebut tetap kosong.

Nilai properti atas tanah seluas 3.530 m2 tersebut diperkirakan sebesar US$285.000 atau sekitar Rp3,6 miliar.

Osama bin Laden disebut-sebut memerintahkan penyerangan terhadap menara kembar World Trade Center di New York pada 11 September 2001.