Tandai kematian Osama bin Laden, CIA lontarkan cuitan

Sumber gambar, AP
Badan intelijen Amerika Serikat (CIA) dikritik sejumlah pengguna media sosial Twitter lantaran melontarkan serangkaian cuitan yang menggambarkan aksi aparat AS dalam membunuh Osama bin Laden, seolah-olah peristiwa lima tahun lalu itu sedang terjadi saat ini.
Dengan menggunakan tanda pagar #UBLRaid, CIA mengunggah cuitan menit per menit, termasuk foto Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan sejumlah pejabat pemerintah AS saat menyaksikan penyerbuan pasukan AS ke kediaman Bin Laden di Abbotabad, Pakistan.

Sumber gambar, TWITTER
"3:39 pm EDT - Usama Bin Ladin ditemukan di lantai tiga dan dibunuh #UBLRaid," sebut salah satu cuitan.
- <link type="page"><caption> Osama bin Laden 'tewas'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2011/05/110502_osamaobama" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Tujuh hal mengenai Osama bin Laden</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160302_dunia_binladen_alqaeda_tujuh_hal" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Wartawan investigasi tuding AS bohong soal Osama Bin Laden</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/05/150512_dunia_hersh_osama" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, twitter
Namun, reaksi pengguna Twitter sebagian besar negatif. Salah seorang pengguna menyebut tindakan itu “menjijikkan dan memalukan”.
Beberapa pengguna lainnya mengunggah foto yang sudah diedit, yang menggambarkan orang menaruh tangan di kepala.

Sumber gambar, twitter
Osama bin Laden, yang disebut-sebut memerintahkan penyerangan terhadap menara kembar World Trade Center di New York pada 11 September 2001, ditembak mati di Abbottabad, Pakistan, 2 Mei 2011.
ISIS
Sementara itu, Kepala CIA, John Brennan, mengatakan melumpuhkan pimpinan ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, akan berdampak besar.
“Dia penting, dan kami akan menghancurkan ISIL, tiada keraguan dalam pikiran saya. Kami harus mencabut pimpinan yang mengarahkan sebuah organisasi untuk melancarkan serangan-serangan mengerikan ini,” kata Brennan, merujuk kelompok ISIS dengan akronim berbeda.
“Jika kami menangkap Baghdadi, saya pkir dampaknya sangat besar terhadap organisasi tersebut dan itu akan dirasakan oleh mereka,” kata Brennan, sebagaimana dikutip kantor berita AFP.
Namun, menurutnya, ISIS bukan hanya organisasi melainkan juga fenomena.
“Kami tidak cuma melihatnya di Suriah dan Irak, kami melihatnya di Libia, Nigeria, dan negara-negara lain. Kami akan tetap sangat fous dalam mengancurkan semua elemen organisasi ini,” tandasnya.











