Upaya kudeta Turki: 45.000 orang ditangkap dan dipecat

Sumber gambar, AP
Setidaknya 45.000 orang telah ditangkap dan dipecat dari pekerjaannya oleh pemerintah Turki, menyusul upaya kudeta yang gagal, minggu lalu.
‘Pembersihan’ terhadap orang-orang yang dianggap tidak loyal kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan, Selasa (20/07) kemarin, telah meluas ke para guru, dekan universitas dan media.
Pemerintah Turki menuding orang-orang tersebut terkait dengan ulama Turki yang saat ini tinggal di Amerika, Fethullah Gulen, yang telah membantah sebagai otak di balik kudeta.
- <link type="page"><caption> Dampak kudeta di Turki, 15.000 orang ditahan atau diskors</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160719_dunia_turki_pembersihan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Jenderal Turki bantah sebagai pelaku kudeta</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160719_dunia_turki_jenderal_bantah" platform="highweb"/></link>
Perdana Menteri Binali Yildirim mengklaim Gulen memimpin “organisasi teroris”.
“Kami akan menangkap mereka hingga ke akar-akarnya,” ungkap Yildirim kepada parlemen.
Saat ini Turki mendesak Amerika untuk mengektradisi Gulen. Dalam pembicaraan telepon antara Presiden Erdogan dan Presiden Barack Obama, Selasa (20/07), Erdogan, disebut Gedung Putih, telah menyampaikan langsung permintaan tersebut.

Sumber gambar, AP
Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, mengungkapkan keputusan yang akan diambil Amerika terkait Gulen, bergantung pada kesepakatan kedua negara.
Juru bicara pemerintah Turki menyatakan bahwa Amerika seharusnya bisa mengekstradisi Gulen “dengan landasan bahwa dia diduga kuat mendalangi kudeta”, dibandingkan mengemukakan fakta-fakta.
‘Menggelikan’
Sementara itu Gulen menyebut tudingan bahwa dia berada di balik upaya kudeta, sebagai hal yang “menggelikan”.
“Saya mendesak pemerintah Amerika untuk menolak segala permintaan ekstradisi yang didasarkan pada dendam politik,” ungkap Gulen.

Sumber gambar, Reuters
Media Turki melaporkan sebanyak 15.300 guru telah dipecat. Tidak kurang dari 1.577 dekan diminta untuk mengundurkan diri. Selain itu, 8.777 staf kementerian dalam negeri diberhentikan dan 1.500 pegawai kementerian keuangan dipecat.
Selain itu badan pengatur media Turki, juga telah mencabut izin 24 channel TV dan stasiun radio karena dituduh terkait dengan Gulen.
Sebelumnya, 6.000 personil tentara dan 9.000 polisi telah ditahan dan ditangkap. Sekitar 2.000 hakim juga dicopot jabatannya.
PBB terusik
Pemecatan dan penangkapan yang dilakukan pemerintah Turki ini membuat Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengingatkan untuk tetap memperhatikan hak asasi manusia.
- <link type="page"><caption> Turki menskors sekitar 8.000 aparat polisi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160718_turki_kudeta_polisi" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Jenderal Turki bantah sebagai pelaku kudeta</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160719_dunia_turki_jenderal_bantah" platform="highweb"/></link>
Presiden parlemen Eropa, Martin Schulz, menuding Turki melakukan “balas dendam” kepada lawan-lawan dan pihak yang mengkritik pemerintah.
Schulz juga mengungkapkan diskusi yang muncul bahwa Turki akan kembali mempertimbangkan penerapan hukuman mati, “amatlah mengkhawatirkan”.

Sumber gambar, Getty
Uni Eropa telah mengingatkan Turki bahwa jika hukuman mati kembali diterapkan, Eropa akan menghentikan pembicaraan terkait niat bergabungnya Turki ke dalam Uni Eropa.
Kudeta Jumat (15/07) malam itu mengakibatkan 232 orang tewas dan 1.541 luka-luka.









