Selebriti media sosial Pakistan dibunuh karena 'alasan kehormatan'

Sumber gambar, QandeelQuebee
Seorang selebriti media sosial asal Pakistan, Qandeel Baloch dibunuh oleh saudaranya atas nama 'kehormatan' di Provinsi Punjab, kata polisi.
Baloch, yang berusia 26 tahun, baru-baru ini menimbulkan kontroversi dengan mengunggah foto kontroversial dirinya di media sosial, termasuk fotonya bersama seorang ulama Muslim.
Polisi Pakistan mengatakan Baloch dicekik hingga tewas.
- <link type="page"><caption> Pembunuhan atas nama kehormatan 'tidak Islami'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160614_dunia_pakistan_honour_killing" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Remaja di Pakistan dibakar 'karena kawin lari'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160608_majalah_pakistan_perempuan.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Saran agar suami Pakistan boleh memukul istri</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160526_majalah_pakistan_perempuan" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, QANDEEL BALOCH TWITTER
Kasus perempuan yang dibunuh karena dianggap 'tidak menghormati' keluarga sudah biasa terjadi di Pakistan.
Qandeel Baloch menjadi terkenal karena unggahannya di media sosoal berupa foto, video atau komentar yang dianggap berani dan terkadang vulgar.
Dicerca kaum konservatif
Kelompok konservatif mencerca perilakunya ketika baru-baru ini dia menjadi berita utama setelah mengunggah foto dirinya dengan seorang ulama terkemuka, Mufti Qavi.
Menurut polisi, pembunuhan terhadap dirinya terjadi pada Jumat malam.
"Saudara lelakinya juga ada tadi malam dan keluarganya mengatakan kepada kami bahwa dia mencekiknya sampai mati," kata pejabat kepolisian Pakistan, Azhar Akram kepada Kantor berita AFP.

Polisi mengatakan pelakunya tidak sempat ditahan karena telah melarikan diri.
Ratusan perempuan di Pakisan menjadi korban pembunuhan setiap tahun karena alasan 'demi kehormatan'.
Baloch mulai dikenal di Pakistan ketika pada 2014 dia mengunggah videonya disertai kalimat "Bagaimana penampilanku?" menjadi viral.
Sementara banyak kaum muda Pakistan memuji pandangan liberalnya, dia juga sering mengalami pelecehan atas nama kebencian terhadap kaum perempuan.









