PM Inggris Theresa May menegaskan inti kebijakannya

Perdana Menteri Inggris yang baru, Theresa May, bertekad Inggris akan memiliki peran baru yang kuat di dunia setelah ke luar dari Uni Eropa.
Berpidato di depan kediaman resmi, 10 Downing Street, dia juga mengatakan pemerintahnya akan bekerja bukan untuk kelompok tertentu tapi semua orang.
"Hal itu berarti berperang melawan ketidakadilan bahwa jika Anda lahir miskin maka Anda akan meninggal rata-rata sembilan tahun lebih cepat dibanding yang lain," katanya.
- <link type="page"><caption> Siapa Theresa May, perdana menteri baru Inggris?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2016/07/160713_galeri_downing_street" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Cameron pergi dan May masuk 10 Downing Street</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2016/07/160713_galeri_downing_street" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Theresa May akan diangkat menjadi perdana menteri Inggris</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160711_dunia_inggris_may.shtml" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, PA
May terpilih sebagai Ketua Partai Konservatif setelah David Cameron mengundurkan diri menyusul hasil referendum yang memutuskan Inggris ke luar dari Uni Eropa.
Sebagai ketua partai yang berkuasa, maka perempuan berusia 59 tahun ini otomatis menjadi perdana menteri setelah secara resmi diminta oleh Ratu Elizabeth II untuk membentuk pemerintahan.
Sebelumnya David Cameron yang berkunjung ke Istana Buckingham untuk menyampaikan pengunduran diri secara resmi.
- <link type="page"><caption> Pasca-Brexit, persaingan untuk menjadi PM Inggris 'memanas'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160630_dunia_inggris_johsonvsmay.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Kejahatan kebencian melonjak di Inggris setelah Brexit</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160708_dunia_inggris_kejahatan_brexit.shtml" platform="highweb"/></link>

Tak lama setelah resmi menjabat perdana menteri, May langsung menyusun kabinetnya, yang antara lain terdiri dari mantan walikota London, Boris Johnson -yang menjadi salah satu ujung tombak kubu yang ingin memisahkan diri dari Uni Eropa- sebagai Menteri Luar Negeri.

Sumber gambar, EPA
Johnson mengganti Philip Hammond yang akan bertugas sebagai Menteri Keuangan, menggantikan George Osborne, yang menggundurkan diri dari kabinet.
Sementara politisi yang menentang keanggotaan Inggris di Uni Eropa, David Davis, menjadi Menteri Urusan Keluar dari Uni Eropa, yang akan melanjutkan proses resmi bagi Inggris untuk ke luar dari Uni Eropa.
Theresa May merupakan perdana menteri ke-13 di bawah tahta Ratu Elizabeth II dan perdana menteri perempuan kedua setelah Margaret Thatcher.









