Siapa Theresa May, perdana menteri baru Inggris?

Theresa May

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Theresa May menikahi Philip setelah 'diperkenalkan' oleh Benazir Bhutto pada pertengahan 1970-an.
    • Penulis, Gavin Stamp
    • Peranan, Wartawan politik BBC News

Inggris memiliki perdana menteri baru setelah pemilihan internal Partai Konservatif yang berkuasa hanya menyisakan satu nama: Theresa May.

Kursi pemimpin partai kosong menyusul keputusan Perdana Menteri David Cameron untuk mundur setelah referendum Uni Eropa menunjukkan pemilih ingin Inggris keluar dari organisasi ini.

Berdasarkan tradisi ketatanegaraan di Inggris, pemimpin partai yang berkuasa menduduki jabatan perdana menteri, yang merupakan kepala pemerintahan.

Siapa Theresa May, politikus yang menjabat sebagai menteri dalam negeri sejak 2010?

May lahir pada 1 Oktober 1956 di Sussex, anak pendeta yang meninggal dunia akibat kecelakaan saat May berusia 25 tahun.

  • <link type="page"><caption> Theresa May akan diangkat menjadi perdana menteri Inggris</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160711_dunia_inggris_may.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Pasca-Brexit, persaingan untuk menjadi PM Inggris 'memanas'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160630_dunia_inggris_johsonvsmay.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Kejahatan kebencian melonjak di Inggris setelah Brexit</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160708_dunia_inggris_kejahatan_brexit.shtml" platform="highweb"/></link>

Sejak kuliah, rekan-rekan May mengatakan bahwa May memang punya keinginan menjadi perdana menteri.

Ia mengambil jurusan geografi di Universitas Oxford dan di perguruan tinggi inilah pada 1976 ia bertemu suaminya, Philip, presiden organisasi mahasiswa yang sering disebut sebagai ladang persemaian para pemimpin masa depan Inggris.

Kawan-kawan dekat mengatakan keduanya dipertemukan oleh Benazir Bhutto (yang kemudian menjadi perdana menteri Pakistan) saat menghadiri satu pesta.

Theresa May

Sumber gambar, .

Keterangan gambar, Theresa May adalah politikus wanita paling senior di Partai Konservatif.

Empat tahun kemudian mereka menikah.

May memulai karier politik setelah terpilih sebagai anggota parlemen pada 1997 untuk daerah pemilihan Maidenhead, Berkshire.

Dua tahun kemudian ia ditunjuk menjadi menteri bayangan untuk urusan pendidikan ketika Konservatif dipimpin oleh William Hague dan pada 2002 ia menjadi pengurus inti partai di bawah kepemimpinan Iain Duncan Smith.

Ketika karier David Cameron dan George Osborne meroket di Partai Konservatif, May sepertinya tak mendapat peran penting.

Baru pada 2009 ia diberi pos menteri bayangan untuk bidang ketenagakerjaan dan pensiun. Saat Konservatif berkuasa dengan menggandeng Liberal Demokrat sebagai mitra koalisi, May diminta menjadi menteri dalam negeri.

Kursi menteri dalam negeri dikenal sebagai 'kuburan karier' beberapa politikus, namun di tangan May jabatan ini meneguhkan dirinya sebagai politikus ulung.

Angka kejahatan menurun, rencana teror digagalkan pada 2013, dan ia mendeportasi ulama radikal Abu Qatada. Ia juga membenahi kepolisian dan dikenal dengan pernyataannya bahwa masalah korupsi 'tidak hanya dilakukan oleh segelintir perwira saja'.

Theresa May

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Theresa May menduduki jabatan menteri dalam negeri Inggris sejak 2010.

Namun ia juga dikritik ketika terjadi keterlambatan penerbitan paspor dan dianggap gagal memenuhi target masuknya pendatang di bawah 100.000 orang per tahun.

Analis politik di Inggris memperkirakan peluang May sebagai perdana mungkin baru muncul setelah 2018. Namun referendum soal Uni Eropa pada 23 Juni rupanya mengubah 'nasib politik' May.

Referendum telah membelah Inggris dan juga Partai Konservatif dan May dianggap sebagai calon kuat untuk mengakhiri perpecahan ini.

Ia dikenal sebagai pribadi yang tangguh dan tak segan untuk menyampaikan kenyataan sulit di dalam tubuh Partai Konservatif. Inilah yang membuatnya bertahan di 'lingkaran atas' partai dalam 17 tahun terakhir.

Banyak yang mengatakan tantangan yang dihadapi May sangat besar: mulai dari menyatukan kembali Inggris yang terbelah akibat referendum dan memimpin perundingan Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit).

May adalah pendukung Inggris tetap berada di Uni Eropa, namun May mengatakan Brexit adalah Brexit.

"Kita tak mungkin mengubah keputusan ini. Yang harus dilakukan sekarang adalah bagaimana mendapatkan manfaat maksimal dengan berada di luar Uni Eropa," kata May.