Aparat Saudi tahan 12 warga Pakistan terkait pemboman

Bom meledak dekat Masjid Nabawi di Medinah, pada Senin (04/07).

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Bom meledak dekat Masjid Nabawi di Medinah, pada Senin (04/07).

Aparat keamanan Arab Saudi menahan 19 orang yang diduga terlibat tiga insiden pemboman pada Senin (04/07) lalu.

Dari jumlah tersebut, 12 orang di antara mereka merupakan warga Pakistan.

Penangkapan itu dibarengi dengan rilis identitas pelaku bom bunuh diri dekat Masjid Nabawi di Medinah yang menewaskan empat petugas keamanan.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Saudi mengatakan pelaku bernama Naer Muslim Hamad, pria berusia 26 tahun berkewarganegaraan Saudi.

  • <link type="page"><caption> Raja Arab Saudi berjanji balas serangan di dekat Masjid Nabawi </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160705_dunia_medinah_raja" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Ulama Arab Saudi kutuk serangan di Madinah </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160705_dunia_medinah_ulama" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Mengapa ISIS melakukan pemboman saat Ramadan?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160705_dunia_isis_puasa.shtml" platform="highweb"/></link>

Pemerintah Saudi juga mengumumkan tiga tersangka pelaku serangan di Qatif. Mereka adalah Abdulrahman al-Omar (23), Ibrahim al-Omar (20), dan Abdulkarim al-Husni (20).

Sebanyak empat petugas keamanan meninggal dunia akibat bom bunuh diri dekat Masjid Nabawi.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Sebanyak empat petugas keamanan meninggal dunia akibat bom bunuh diri dekat Masjid Nabawi.

Belum jelas kewarganegaraan mereka dan Kementerian Dalam Negeri Saudi mengatakan tiada satupun dari mereka yang memiliki KTP Saudi.

Adapun soal pemboman di Jeddah, dekat kantor Konsulat Amerika Serikat, pemerintah Saudi belum mengeluarkan keterangan mengenai pelaku.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas rangkaian serangan tersebut, namun para tersangka diduga terkait dengan kelompok ISIS.

Serangan itu terjadi di tengah bulan suci Ramadan, yang dipandang umat Muslim sebagai bulan untuk memperbanyak ibadah dan pengendalian diri.

Akan tetapi, saat Ramadan mendekat, juru bicara ISIS, Abu Mohammed al-Adnani, mengatakan kepada para pendukungnya di dunia untuk bersiap menjadikannya bulan kehancuran di manapun bagi orang-orang kafir.

Seruan ini terutama ditujukan untuk para pejuang dan pendukung ISIS di Eropa dan Amerika.