Inggris tak bisa mulai negosiasi dagang sampai proses Brexit selesai

Sumber gambar, EPA
Pejabat tertinggi bidang perdagangan Uni Eropa mengatakan bahwa Inggris tak bisa menegosiasikan syarat perdagangan dengan blok tersebut sampai mereka keluar.
"Pertama, Anda keluar dulu, baru bisa bernegosiasi," kata Cecilia Malmstrom pada BBC Newsnight.
Setelah Brexit, Inggris akan menjadi "negara ketiga" dalam istilah Uni Eropa, katanya - artinya perdagangan akan dilakukan berdasarkan aturan Organisasi Perdagangan Dunia, WTO, sampai kesepakatan baru selesai.
Kesepakatan perdagangan baru dengan Kanada butuh tujuh tahun untuk dinegosiasikan.
Kesepakatan dengan Kanada juga butuh pengesahan oleh semua negara Uni Eropa, sehingga butuh satu atau dua tahun lagi sebelum bisa berlaku.
- <link type="page"><caption> Bank Singapura UOB hentikan kredit untuk properti di London</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/06/160630_majalah_brexit_singapura.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Bagaimana nasib 16.000 warga Timor Leste yang bekerja di Inggris?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160629_dunia_brexit_timor_leste.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Obama: Brexit bekukan peluang investasi di Inggris</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160630_dunia_obama_brexit_investasi.shtml" platform="highweb"/></link>
Malmstrom, Komisioner Perdagangan Uni Eropa, menggarisbawahi bahwa pembahasan rinci untuk menentukan hubungan dagang Inggris dengan Uni Eropa tak bisa berjalan sampai sesudah proses pemisahan secara politis, di bawah Pasal 50, yang membutuhkan waktu dua tahun.
"Jadi ada dua negosiasi. Pertama, Anda harus keluar, dan baru menegosiasikan hubungan kerja yang baru, apapun itu bentuknya," katanya.
"Referendum - yang kami catat dan hormati - tak punya dampak hukum. Pertama harus ada pemberitahuan, yang akan dilakukan oleh perdana menteri baru, dan saya harap dilakukan segera. Barulah proses keluar itu bisa dimulai."
Ada kekhawatiran bahwa melakukan bisnis selama bertahun-tahun di bawah aturan WTO bisa berdampak sangat buruk pada industri layanan Inggris.
Saat ditanya apakah proses tersebut akan berpengaruh terhadap ekonomi semua anggota Uni Eropa, Malmstrom menjawab, "Betul, tapi hasil pemungutan suara sangat jelas."
Menurutnya, dia "sedih" Inggris - yang biasanya membela prinsip-prinsip perdagangan bebas - meninggalkan Uni Eropa.









