Biarawan Buddha terkenal Myanmar dibebaskan

gambira

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Gambira menjadi pemimpin unjuk rasa menentang kehidupan dan penindasan kekuasaan diktator Than Shwe.

Salah seorang biarawan Buddha paling terkenal Myanmar, di luar perkiraan sebelumnya, dibebaskan dari penjara.

U Gambira yang merupakan tokoh utama Revolusi Saffron 2007, hampir menyelesaikan hukuman penjara enam bulan pada minggu ini namun kemudian ada dakwaan baru yang diajukan kepadanya.

PNamun pengacara biarawan tersebut, Robert San Aung, mengatakan semua dakwaan sudah dicabut dan U Gambira sekarang bebas.

  • <link type="page"><caption> AS longgarkan sanksi ekonomi terhadap Myanmar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160517_dunia_myanmar_as_sanksi" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> 'Penyair penis' Myanmar diganjar enam bulan penjara</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160524_dunia_myanmar" platform="highweb"/></link>

"Mereka (para hakim) baru saja mengatakan dia sama sekali bebas setelah membatalkan semua dakwaan terhadapnya," kata San Aung seperti dikutip kantor berita Reuters.

Dia menambahkan Gambira menyambut baik keputusan itu dan sekarang akan memusatkan perhatian pada keadaan kesehatannya.

Masih belum jelas mengapa pengadilan mengubah keputusannya, tapi muncul dugaan bahwa pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, kemungkinan besar campur tangan dalam kasus ini.

Nyi Nyi Lwin, yang lebih dikenal dengan nama biarawannya, Gambira, ditangkap pada bulan Januari karena diduga memasuki Myanmar secara gelap dari Thailand.

Pada tahun 2007, Gambira menjadi pemimpin unjuk rasa menentang kehidupan dan penindasan di bawah kekuasaan diktator Than Shwe yang kemudian dinamakan Revolusi Saffron.

Laporan PBB menyebutkan paling tidak 31 orang dibunuh pasukan keamanan sementara ribuan lainnya ditangkap.