Ban Ki-Moon kecam blokade Israel atas Gaza

Sumber gambar, Reuters
Sekjen PBB, Ban Ki-moon, menyebut blokade atas Gaza sebagai 'hukuman kolektif' dan harus ada pertanggungjawaban atas hal tersebut.
Saat berkunjung ke kawasan itu, Selasa (28/06), dia juga mengatakan pemblokiran memicu keputusasaan warga Gaza yang meningkatkan potensi konflik.
"Saat ini, sekitar 70% penduduk membutuhkan bantuan kemanusiaan dan lebih dari setengah kaum muda Gaza memiliki peluang kerja yang kecil atau tidak punya harapan," tegasnya.
- <link type="page"><caption> PBB khawatir dengan pelaksanaan hukuman mati di Gaza</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160526_dunia_eksekusi_gaza" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Israel mencegat perahu tujuan Gaza</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160509_dunia_israel_palestina.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Diduga bunuh warga Palestina, serdadu Israel diadili</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160509_dunia_israel_palestina.shtml" platform="highweb"/></link>
Namun Israel mengatakan blokade itu amat penting bagi keamanan mereka karena mencegah milisi Palestina di Gaza mendapat senjata yang mungkin digunakan untuk menyerang warga Israel.

Sumber gambar, AFP
Bertemu Netanyahu dan Abbas
Usai berkunjug ke Gaza, Sekjen PBB menuju Jerusalem untuk bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan mendesaknya agar mengambil 'langkah berani' mewujudkan perdamaian.
"Kita tidak bisa mengabaikan penyebab utama dari kekerasan, berkembangnya kemarahan warga Palestina dan lumpuhnya proses perdamaian, dalam pendudukan selama setengah abad."
Ban pada saat bersamaan juga mengecam rangkaian serangan yang dilakukan warga Palestina dengan menyebutnya sebagai aksi terorisme.
Sementara Netanyahu meminta agar Ban Ki-moon mengubah yang disebutnya sebagai perlakuan tidak adil atas negaranya.
Kunjungan Ban ke Israel dan wilayah Palestina -juga ke Ramallah di Tepi Barat untuk bertemu Presiden Otorita Afghanistan, Mahmud Abbas- dilihat sebagai lawatan perpisahan Ban, yan akan habis masa jabatannya pada Desember 2016 mendatang.









