Israel bekukan izin masuk warga Palestina

Sumber gambar, AFP
Israel mengatakan telah membekukan sementara izin bagi 83.000 warga Palestina setelah sekelompok orang bersenjata membunuh empat orang dalam serangan di Tel Aviv pada Rabu malam (08/06).
Dengan pembekuan ini maka 83.000 warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat dan Jalur Gaza tidak boleh masuk ke wilayah Israel selama Ramadan.
- <link type="page"><caption> Pria Palestina 'menembaki' empat orang di Tel Aviv</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160608_dunia_tel_aviv_penembakan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Perundingan Timur Tengah di Paris tanpa Israel dan Palestina</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160603_dunia_konferensi_timurtengah" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Perundingan damai Timur Tengah dibuka di Paris</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160603_dunia_perundingan_paris" platform="highweb"/></link>
Mereka semula berencana mengunjungi sanak keluarga mereka di Israel, menuaikan salat di Jerusalam, atau bepergian keluar negeri dengan menggunakan bandara di Tel Aviv.
Disebutkan oleh pemerintah Israel bahwa pembekuan izin masuk tidak berlaku bagi warga negara Palestina yang memegang kartu izin kerja.

Sumber gambar,
Sementara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berjanji untuk 'menindak tegas' mereka yang terlibat dalam serangan mematikan di Tel Aviv.
Dua orang bersenjata yang disebut sebagai warga Palestina mengeluarkan tembakan di sebuah kafe yang menewaskan empat orang dan melukai sejumlah orang lainnya.
Media Israel melaporkan pasukan militer Israel mengepung Desa Yatta di Tepi Barat. Para pelaku serangan dikatakan berasal dari desa itu.
Sebagai tanggapannya, kelompok Palestina yang berkuasa di Jalur Gaza, Hamas, menyebut pembunuhan itu sebagai 'aksi heorik'.









