Perundingan damai Timur Tengah dibuka di Paris

Francois Hollande Perundingan Timur Tengah

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Presiden Francois Hollande ketika membuka perundingan Timur Tengah di Paris.

Presiden Prancis Francois Hollande membuka perundingan tingkat tinggi di Paris yang bertujuan untuk menghidupkan kembali upaya perdamaian Israel Palestina.

Dalam pidatonya, Hollande menyatakan segala bentuk kekosongan politik di Timur Tengah akan menyebabkan kelompok ekstremis mengisinya.

  • <link type="page"><caption> Perundingan Timur Tengah di Paris tanpa Israel dan Palestina</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160603_dunia_konferensi_timurtengah.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Tentara Israel diadili karena dituduh membunuh warga Palestina</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160509_dunia_israel_palestina.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Rumah warga Palestina pembunuh polisi Israel dirusak</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160404_dunia_israel_palestina.shtml" platform="highweb"/></link>

Dalam perundingan yang prakarsanya datang dari Prancis ini, tampak para tamu seperti Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry.

Pihak yang diundang meliputi negara-negara Timur Tengah, PBB dan Liga Arab, dan perundingan ini diharapkan menjadi landasan bagi perundingan lebih luas tahun ini.

Israel dan Palestina sendiri tidak menghadiri perundingan.

'Harapan'

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak prakarsa Prancis ini dan menghendaki adanya perundingan langsung dengan Palestina.

Menanggapi keinginan Netanyahu tersebut, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault bersikeras bahwa perundingan langsung tidak akan memmbawa hasil yang diinginkan.

Pejabat senior Palestina Saeb Erekat dalam sebuah kolom di media menyebutkan bahwa prakarsa Prancis ini bisa menjadi "kilasan harapan".

Sebanyak 25 negara dan berbagai organisasi internasional dilibatkan dalam perundingan ini.

Sekalipun beberapa pihak menanggapi pesimis, konsensus yang ada di kalangan diplomat adalah, upaya apapun untuk menghidupkan kembali perdamaian tetap lebih baik ketimbang tak ada upaya sama sekali.