Tentara Israel 'didakwa membunuh' warga Palestina

Sumber gambar, AFP
Seorang tentara Israel, pembunuh penyerang Palestina yang terluka, akan didakwa melakukan pembunuhan, demikian disebutkan sejumlah laporan.
Kasus ini dipandang telah memecah belah pandangan masyarakat.
- <link type="page"><caption> Delegasi wartawan RI sadar lawatan ke Israel 'kontroversial'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160330_indonesia_wartawan_israel" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Netanyahu serukan hubungan diplomatik Israel-Indonesia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160329_indonesia_israel_netanyahu_diplomatik" platform="highweb"/></link>
Tentara tersebut muncul di pengadilan seminggu setelah kejadian di Hebron, Tepi Barat.
Dia menembak seorang warga Palestina yang terluka dan tergeletak di jalan, setelah sebelumnya dia menikam sejumlah tentara.
Penahanannya dikecam sejumlah warga Israel yang memandang dia tidak bersalah.
Tetapi pengecamnya mengatakan tentara tersebut melakukan pembunuhan yang melanggar hukum.
Rekaman telepon genggam penembakan yang dikeluarkan kelompok hak asasi manusia sayap kiri BTselem, memperlihatkan seorang tentara mengarahkan senjata dan menembak warga Palestina yang sudah tidak bergerak tidak jauh darinya.
Tentara yang jati dirinya disembunyikan pengadilan itu mengatakan dirinya khawatir Abdul Fatah al-Sharif, 21 tahun, mengenakan rompi peledak.
Meskipun demikian, penyelidik militer mengatakan tentara tersebut berbicara kepada rekannya sebelumnya bahwa warga Palestina itu "layak dibunuh" karena menikam temannya.









