Hendak berlayar ke Indonesia dan gabung ISIS, seorang pria Australia ditahan

Sejumlah pria dituduh hendak berlayar menuju Indonesia dan ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Sumber gambar, ABC

Keterangan gambar, Sejumlah pria dituduh hendak berlayar menuju Indonesia dan ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Seorang pria dijadikan tersangka oleh kepolisian Australia karena diduga mencoba berlayar menuju Indonesia dan bergabung dengan kelompok ISIS.

Pria berusia 25 tahun asal Melbourne itu adalah individu keenam yang dibekuk atas tuduhan serupa. Diduga dia merupakan bagian dari kelompok beranggotakan lima orang yang telah ditangkap pada 11 Mei lalu.

  • <link type="page"><caption> Warga Australia hendak berperahu lewat Indonesia untuk gabung ISIS </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160511_dunia_isis_aussi_boat" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Remaja Australia dituduh merencanakan teror </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160425_dunia_remaja_australia_teror" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Video ISIS membakar paspor: Propaganda yang tidak bisa dianggap enteng</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/05/160519_indonesia_videoisis_bakarpaspor" platform="highweb"/></link>

Kepolisian Australia mengatakan pria tersebut dikenai tuduhan memasuki negara asing untuk terlibat dalam kegiatan bermusuhan.

“Tidak ada ancaman untuk saat ini atau untuk masa yang akan datang terhadap komunitas Australia terkait investigasi ini,” sebut pernyataan Kepolisian Federal Australia sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Pada 11 Mei lalu, Kepolisian Federal Australia mengumumkan penangkapan terhadap lima orang setelah mereka mengangkut perahu sepanjang tujuh meter dari Kota Melbourne ke Queensland menggunakan sebuah kendaraan.

Perahu itu rencananya akan digunakan untuk berlayar menuju Indonesia. Dari Indonesia, mereka hendak menuju Filipina, lalu ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Para pria berusia 20-an hingga 30-an tahun itu menggunakan perahu karena mereka tidak bisa menumpang pesawat terbang komersial mengingat paspor mereka telah dicabut pemerintah Australia.

Salah satu di antara kelima pria itu adalah pengkhotbah terkenal Musa Cerantonio, kata Australian Broadcasting Corp.