Kebakaran di asrama putri Thailand tewaskan belasan siswi

kebakaran thailand

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Dua orang masih hilang, lima luka-luka, setidaknya 17 tewas di antara 38 siswi yang sedang berada di asrama ketika kebakaran terjadi.

Setidaknya 17 anak perempuan tewas dalam kebakaran yang melanda asrama sekolah mereka di Thailand utara.

Dua siswi masih hilang dan lima lainnya luka-luka.

Polisi mengatakan kebakaran terjadi pada Minggu (22/5) malam ketika sebagian besar gadis yang berusia antara 5-13 tahun itu, sedang tidur.

Seorang pejabat setempat mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa saat kejadian, terdapat 38 siswi di asrama sekolah Pithakkiart Witthaya saat itu.

  • <link type="page"><caption> Rusak karena pariwisata, Thailand tutup pulau</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160517_majalah_thailand_pulau" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Anak-anak Moken yang bisa melihat di dalam laut</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_fut/2016/04/160407_vert_fut_moken_laut" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Thailand bongkar komplotan pembocor ujian</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160509_majalah_thailand_ujian" platform="highweb"/></link>

Kolonel Polisi Prayad Singsin mengatakan penyebabnya masih dalam penyelidikan.

Media setempat menunjukkan gambar bangunan dua lantai di Chiang Rai dilalap api, dan para petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkannya.

kebakaran thailand

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Sebagian siswi sudah tertidur ketika kebakaran terjadi, sehingga tak bisa menyelamatkan diri.

Wakil gubernur Chiang Rai, Arkom Sukapan mengatakan sejumlah siswi masih terjaga saat kejadian sehingga bisa menyelamatkan diri.

"Tapi banyak yang lainnya sudah tertidur dan tidak bisa melarikan diri, sehingga jatuh banyak korban."

Surat kabar The Nation mengatakan jenazah para korban telah dikirim ke rumah sakit setempat untuk identifikasi, sementara pencarian terus dilakukan untuk para siswa yang masih hilang.

Sekolah yang dikelola swasta itu kebanyakan menerima siswa dari para anggota suku sekitar perbukitan di wilayah tersebut.