Sopir mabuk Thailand dihukum kerja di kamar jenazah

Pengemudi kendaraan yang mabuk di Thailand dapat dikirim bekerja di kamar jenazah berdasarkan rencana baru untuk mengurangi catatan keamanan lalu lintas yang buruk di negara itu, kata para pejabat.
"Ini dirancang untuk mencegah, cara mencegah orang," kata Kolonel polisi Kriangdej Jantarawong.
- <link type="page"><caption> Kapten mabuk kandaskan kapal di pelabuhan Jerman</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/03/160328_majalah_kapten_mabuk" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Sopir mabuk sebabkan lima kecelakaan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2011/02/110210_drunk_driver" platform="highweb"/></link>
Pemerintah sudah mengirim sejumlah pemabuk dan pengendara kendaraan tidak bertanggung jawab untuk bekerja di bangsal rumah sakit, kata pejabat hukum Nontajit Netpukkana.
Tetapi pemerintah memutuskan "intensitas" pekerjaan di kamar jenazah akan membantu para pelanggar hukum mendapatkan gambaran yang jelas tentang akibat tindakan mereka.
Kabinet telah menyetujui rencana ini minggu lalu. Pengadilan akan dapat memutuskan siapa yang paling cocok mendapatkan hukuman ini, lapor surat kabar Bangkok Post.
Peraturan yang baru dikeluarkan ini bertepatan dengan peringatan Tahun Baru di Thailand dimulai pada Rabu (13/04), saat banyak orang melakukan perjalanan jauh mengunjungi keluarganya.
Lebih jauh, peraturan baru itu diharapkan dapat menekan jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.
Sekitar 24.000 orang meninggal dunia setiap tahun di Thailand akibat kecelakaan lalu lintas, menurut Organisasi Kesehatan Dunia, WHO.
Hanya Libia yang memiliki jumlah korban meninggal per tahun lebih besar terkait kecelakaan lalu lintas.









