Amnesty: Warga lebih bersedia menerima pengungsi daripada pemerintah

Sumber gambar, Getty
Sebuah survei baru memperlihatkan warga negara di sejumlah negara lebih bersedia menerima para pengungsi dibandingkan pemerintah mereka.
Organisasi hak asasi manusia, Amnesty International, menyimpulkan hal itu berdasarkan wawancara di 27 negara.
- <link type="page"><caption> Adakah terobosan menyelesaikan pengungsi di Asia Tenggara?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/laporankhusus_pengungsi_asia" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> UNHCR serukan lebih banyak negara terima pengungsi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160516_dunia_pengungsi" platform="highweb"/></link>
Sebanyak 20% responden mengatakan mereka akan gembira menerima para pengungsi, sementara hampir tiga perempatnya meyakini orang-orang yang melarikan diri dari perang dan penindasan harus diizinkan mendapatkan suaka di negara-negara lain.
Warga Cina adalah yang paling bisa menerima, di urutan selanjutnya adalah penduduk Jerman dan Inggris.
Tiga dari 10 warga Inggris peserta survei mengatakan mereka dengan senang hati akan menerima para pengungsi di rumah mereka.
Yang paling tidak bisa menerima pengungsi adalah warga Rusia, dimana enam dari 10 orang menyatakan mereka tidak akan menerima pengungsi.
Sekretaris Jenderal Amnesty International, Salil Shetty, mengatakan pemerintah seharusnya tidak perlu khawatir.
"Kita tidak bisa bereaksi darurat dari satu masalah ke masalah. Kita memerlukan sistem penyebaran tetap berdasarkan pembagian tanggung jawab dunia. Saya pikir ini adalah desakan yang kami minta kepada pemerintah, ini adalah desakan warga kepada pemerintah dan mereka harus mendengarkannya," kata Shetty.









