Sandera Abu Sayyaf muncul di video meminta pembayaran tebusan

Sumber gambar, EPA
Kelompok militan Islam di Filipina mengancam untuk membunuh para sandera jika tebusan tidak segera dibayarkan.
Ancaman itu dipublikasikan dalam video sepekan setelah mereka memenggal kepala seorang pria warga Kanada.
Dalam tayangan video tampak para sandera yang merupakan warga Kanada, Norwegia, dan Filipina dikelilingi oleh enam militan, meminta pembayaran tebusan segera dilakukan.
Publikasi video oleh kelompok Abu Sayyaf ini dilaporkan oleh SITE Intelligence Group yang memonitor media jihadis.
Empat orang sandera diculik ketika berada di Davao di wilayah Filipina selatan pada September lalu, salah satu dari mereka, warga Kanada John Ridsdel, telah tewas.
- <link type="page"><caption> Para sandera WNI diancam tapi tidak ada kekerasan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/05/160502_indonesia_wni_filipina.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Presiden: Pembebasan 10 WNI dari Abu Sayyaf hasil kerja sama banyak pihak</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/05/160501_indonesia_wni_sandera_bebsa.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/05/160501_indonesia_wni_sandera_bebsa.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Sandera di Filipina dipenggal, PM Kanada 'marah besar'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160425_dunia_kanada_filipina.shtml" platform="highweb"/></link>
Dalam sebuah video yang dirilis beberapa hari sebelum pembunuhan Ridsdel, kelompok militan itu meminta agar uang tebusan sebesar 300 juta peso atau RP 84 millar untuk menyelamatkan nyawa para sandera.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengecam pembunuhan itu tetapi mengatakan Kanada tidak akan memberikan tebusan bagi para penculik.
Dalam video terakhir, seorang anggota militan yang menggunakan masker memperingatkan Kanada dan Filipina bahwa tiga orang yang masih disandera akan dibunuh jika pembayaran tebusan kembali ditangguhkan.
Sementara itu, 10 orang WNI telah dibebaskan oleh kelompok Abu Sayyaf, tetapi masih empat WNI yang disandera sejak pertengahan April lalu.









