Perahu migran tenggelam di lepas pantai Libia, puluhan orang hilang

Sumber gambar, Guardia Costiera
Sebuah perahu karet yang ditumpangi puluhan migran tenggelam di lepas pantai Libia. Sedikitnya 84 penumpang hingga kini masih belum bisa ditemukan, menurut Organisasi Internasional untuk Migran (IOM).
Laporan mengenai keberadaan perahu karet mengemuka setelah Penjaga Pantai Italia menerima panggilan dari telepon satelit. Saat ditemukan, perahu karet tersebut telah kemasukan air dan mengapung di lautan lepas dengan ombak setinggi dua meter.

Sumber gambar, Reuters
Sebanyak 26 penumpang dapat diselamatkan dan dibawa ke Pulau Lampedusa, Italia. Namun, 84 lainnya masih hilang. Belum jelas dari negara mana saja penumpang di perahu tersebut.
- <link type="page"><caption> Kisah horor fotografer peliput imigran di Laut Mediterania</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/04/150427_majalahlain_fotografer_imigran" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Paus Fransiskus membawa 12 migran asal Suriah ke Vatikan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160417_dunia_paus_migran" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Yunani kecam tindakan Masedonia bubarkan migran</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160410_dunia_masedonia_migran" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Merkel dan pimpinan Uni Eropa akan kunjungi perbatasan Turki-Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160423_dunia_merkel_perbatasan_suriahturki" platform="highweb"/></link>
Juru bicara Penjaga Pantai Italia mengatakan perahu serupa digunakan penyelundup manusia. Perahu semacam itu biasanya penuh sesak karena menampung 100 hingga 120 orang.

Sumber gambar, JUAN MEDINA REUTERS
Upaya menyeberangi lautan Mediterania dari pantai utara Afrika menuju Eropa telah dilakukan sejumlah migran, walau sangat berisiko.
Sepanjang 2016, sekitar 27.000 pengungsi dan migran mencapai Italia menggunakan perahu. Dari jumlah itu, sekitar 800 migran diperkirakan telah meninggal dunia.
Jumlah itu diduga bertambah karena negara-negara di Balkan telah menutup perbatasan darat mereka.





