Merkel dan pimpinan Uni Eropa akan kunjungi perbatasan Turki-Suriah

Sumber gambar, AP
Kanselir Jerman Angela Merkel dan pimpinan Uni Eropa akan mengunjungi perbatasan Turki-Suriah untuk mempromosikan kesepakatan kontroversial terkait migran.
Kunjungan ini dilakukan di tengah pertanyaan atas legalitas pakta Uni Eropa-Turki, yang akan mendeportasi para migran kembali ke Turki apabila tidak memenuhi syarat untuk meminta suaka ke Yunani.
Kelompok pegiat HAM mengatakan Turki bukanlah tempat yang aman untuk tempat pengembalian para migran.
Pemerintah Turki telah memperingatkan bahwa kesepakatan ini dapat dibatalkan apabila tuntutan perjalanan bebas visa bagi warga Turki tidak dipenuhi oleh Uni Eropa.
- <link type="page"><caption> Yunani akan kirim migran 'gelombang kedua' ke Turki</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160407_dunia_turki_eropa_migran" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Deportasi migran pertama dari Yunani ke Turki</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2016/04/160404_video_migranturki" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Yunani mulai 'mengirimkan kembali' ratusan migran ke Turki</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160404_dunia_yunani_pulangkan_migran" platform="highweb"/></link>
Perjanjian tersebut mengatakan Turki harus memenuhi 72 persyaratan untuk mendapatkan perjalanan bebas visa ke sejumlah negara Eropa.
Tetapi para diplomat mengatakan sejauh ini hanya setengah dari persyaratan yang dipenuhi oleh otoritas Turki.
Bertemu Perdana menteri Turki
Merkel direncanakan akan mengunjungi sebuah kamp pengungsi di selatan kota Gaziantep, di dekat perbatasan Suriah. Di lokasi itu dia akan bertemu Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu.
Merkel akan melakukan perjalanan ke perbatasan Turki-Suriah dengan Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk, dan Wakil pimpinan Uni Eropa, Frans Timmermans.

Sumber gambar, AP
Kebijakan Merkel terkait migran ini mendapat penolakan kelompok oposisi di Jerman, selain penentangan dari beberapa mitra Uni Eropa.
Tujuan dari kesepakatan Uni Eropa-Turki adalah untuk mencegah migran, terutama dari Suriah dan Irak, dan memulangkannya ke Turki jika tidak memenuhi persyaratan sebagai peminta suaka.
Berdasarkan perjanjian tersebut, migran yang tiba secara ilegal di Yunani sejak 20 Maret akan dikirim kembali ke Turki jika mereka tidak memenuhi persyaratan.









