Militan terkait al-Qaida membunuh dua aktivis gay Bangladesh

Sumber gambar, AFP
Satu kelompok militan di Bangladesh mengatakan mereka yang membunuh seorang redaktur majalah gay dan temannya di ibu kota Dhaka.
Kelompok Ansar al-Islam, yang memiliki kaitan dengan al-Qaida, mengatakan keduanya menjadi sasaran karena mempromosikan homoseksualitas dengan bantuan Amerika Serikat dan India.
Pembunuhan ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian pembunuhan kaum sekuler, baik itu penulis blog maupun pegiat, di Bangladesh.
- <link type="page"><caption> Seorang profesor di Bangladesh tewas ditikam</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160423_dunia_profesor_bangladesh_dibunuh" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Blogger sekuler di Bangladesh kembali dibunuh</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160407_dunia_bangladesh_blogger" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Blogger ateis Bangladesh dipenggal</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150807_dunia_bangladesh_blogger.shtml" platform="highweb"/></link>
Sedikitnya enam orang yang membawa parang dan pistol memasuki apartemen di Dhaka pada Senin (26/04) malam dan membunuh Xulhaz Mannan, redaktur di sebuah majalah gay dan lesbian, serta seorang pegiat, Mahbub Tonoy.

Sumber gambar, AP
Mannan -yang menerbitkan majalah gay dan lesbian, Roopbaan- juga bekerja di lembaga bantuan sosial Amerika Serikat, USAID.
Sejak Februari tahun lalu, sedikitnya enam pegiat maupun penulis yang beraliran sekuler dibunuh di Bangladesh, termasuk seorang warga negara Amerika Serikat asal Bangladesh, Avijit Roy, yang dibacok sampai mati di jalanan yang sibuk di Dhaka,
Gelombang pembunuhan orang-orang yang beraliran sekulerisme juga berkembang menjadi 'pertarungan' politik antara pemerintah dan pihak oposisi.
Menanggapi serangan terbaru ini, Perdana Menteri Sheikh Hasina menuduh oposisi yag melakukan pembunuhan untuk mengguncang pemerintah.
Sementara partai oposisi terbesar menuduh pemerintah berada di belakang pembunuhan karena gagal mengelola negara dengan baik.









