Pembunuh warga Jepang di Bangladesh ditangkap

Sumber gambar, AP
Polisi Bangladesh menyatakan mereka telah menahan tiga orang yang dicurigai <link type="page"><caption> menembak mati seorang warga Jepang bulan lalu</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151004_dunia_isis_bangladesh" platform="highweb"/></link>.
Dengan penangkapan ini, polisi telah menahan total lima orang yang terlibat kasus tersebut.
Korban, Kunio Hoshi, telah tinggal lama di Bangladesh dan telah memeluk agama Islam dan bekerja untuk sebuah proyek pertanian di negara itu.
Kelompok yang menamakan diri negara Islam atau ISIS menyatakan bertanggungjawab atas penembakan tersebut.
Namun pemerintah mengabaikan pengakuan tersebut dan mengatakan pembunuhan dan klaim itu merupakan bagian dari upaya untuk mengacaukan negara.
Kantor berita AFP menyatakan ketiganya ditangkap oleh batalion aksi cepat (RAB) di persembunyian berjarak 210 kilometer dari lokasi pembunuhan terhadap Kunio.
Ketiganya ditangkap karena pelanggaran senjata api lain, dan dari interogasi ditemukan bahwa mereka mengakui "keterlibatan" dalam pembunuhan itu.
"Kami bisa memastikan orang-orang ini dicari sebagai tersangka kasus pembunuhan di Rangpur," kata pejabat senior RAB.
Rangpur adalah lokasi terjadinya pembunuhan terhadap Kunio Hoshi, 66 tahun.
Sebulan sebelum pembunuhan terhadap Hoshi, seorang warga Italia <link type="page"><caption> Cesare Tavella, 50 tahun, juga dibunuh di Bangladesh</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150930_dunia_bangladesh_isisbunuh" platform="highweb"/></link>.









