Warga Italia dibunuh 'militan ISIS' di Bangladesh

Sumber gambar, EPA

Kepolisian Bangladesh tengah menyelidiki kasus pembunuhan seorang pekerja bantuan asal Italia yang ditembak mati pada Senin malam.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam, atau ISIS, mengaku bertanggungjawab atas serangan itu, dengan menembak mati Cesare Tavella, 50 tahun, di kawasan diplomatik di ibukota Dhaka.

Petugas polisi Asaduzzaman Mia mengatakan, Tavellla sedang olahraga lari ketika ditembak mati dari belakang.

Pemerintah AS dan Inggris telah memperingatkan warganya untuk bersikap hati-hati, setelah mereka memperoleh informasi bahwa warga Barat akan menjadi target serangan.

Mereka juga telah membatasi aktivitas para diplomatnya.

Wartawan BBC, Joanna Jolly mengatakan ini pertama kalinya kelompok Negara Islam mengklaim sebagai pelaku serangan di Bangladesh.

Dipenggal kepalanya

Dalam pesannya, kelompok ini memperingatkan bahwa "warga sipil dari koalisi tentara salib" tidak akan aman tinggal di negara-negara Muslim.

Kepolisian Dhaka tidak mau mengomentari tentang klaim kelompok ISIS tersebut.

Pemerintah Bangladesh tengah berjuang untuk menanggapi kemunculan kelompok-kelompok Islam radikal di negara itu.

Sebelumnya, kelompok ekstrimis di Bangladesh telah membunuh <link type="page"><caption> penulis blog sekuler, Washiqur Rahman</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150901_dunia_bangladesh" platform="highweb"/></link>, dengan memenggal kepalanya.

Mereka juga membunuh penulis <link type="page"><caption> blok Avijit Roy, yang karya-karyanya acap mengedepankan ateisme </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/02/150227_bangladesh_blog" platform="highweb"/></link>dan homoseksualitas.

Pekan lalu, tim kriket Australia tertunda keberangkatannya ke Bangladesh setelah diperingatkan adanya risiko serangan.

Kehadiran tim kriket Australia sejauh ini belum dijadwal ulang, walaupun pemerintah Bangladesh telah menjamin penuh keamanan mereka selama di Bangladesh.