Pengadilan Bangladesh larang film dokumenter

Sumber gambar, AP
Pengadilan tinggi Bangladesh menetapkan larangan enam bulan terhadap sebuah film dokumenter yang menggambarkan salah satu bencana industri terbesar di negeri itu.
Film berjudul 'Rana Plaza' itu menceritakan kisah pekerja industri pakaian berusia sembilan belas tahun bernama <link type="page"><caption> Reshma Akter yang selama</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2013/05/130510_bangladesh_pabrik_korban_hidup" platform="highweb"/></link>t dari runtuhnya kompleks pabrik pakaian Rana Plaza dua tahun lalu.
<link type="page"><caption> Lebih dari 1.100 orang tewas dalam kecelakaan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2013/05/130510_bangladesh_gedung" platform="highweb"/></link> tersebut.
Dua orang hakim yang menyidangkan perkara itu menerima petisi yang diajukan oleh kepala serikat pekerja pakaian yang mengatakan produser film itu tetap memasukkan adegan mengerikan kecelakaan tersebut, padahal pengadilan yang lebih rendah sudah memerintahkan adegan itu dicabut.

Sumber gambar, Reuters
Sutradara film tersebut, Nazrul Islam Khan, seperti dilaporkan AP berpendapat bahwa film itu merupakan kisah nyata dari Reshma yang menggambarkan keberanian di tengah bencana.
Dalam putusan yang sama, pengadilan tinggi juga meminta penjelasan kepada lembaga sensor Banglades untuk menjelaskan dalam waktu empat minggu mengapa sertifikat lolos sensor film itu tidak dicabut.
Wakil jaksa agung Bangladesh mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa larangan itu juga datang seiring kekhawatiran bahwa film itu akan berdampak negatif terhadap industri pakaian di negara tersebut.







