Seorang profesor di Bangladesh tewas ditikam

Sumber gambar, AFP
Seorang profesor di sebuah perguruan tinggi di Bangladesh tewas ditikam, yang menurut polisi mirip dengan kasus pembunuhan blogger sekuler dan aktivis ateis dalam beberapa bulan terakhir.
AFM Rezaul Karim Siddique, yang berusia 58 tahun, adalah profesor Bahasa Inggris di Universitas Rajshahi di wilayah barat negara itu.
Dia diserang dengan parang oleh orang tidak dikenal saat dalam perjalanan dari rumahnya ke kampus.
Tahun lalu, penulis blogger sekuler terkenal tewas ditikam.
- <link type="page"><caption> Blogger sekuler di Bangladesh kembali dibunuh</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160407_dunia_bangladesh_blogger" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Blogger ateis Bangladesh dipenggal</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150807_dunia_bangladesh_blogger.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Penerbit buku sekular dibacok sampai mati di Bangladesh</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151031_dunia_bangladesh_blogger" platform="highweb"/></link>
Wakil kepala kepolisian Bangladesh, Nahidul Islam mengatakan kepada Kantor berita AFP bahwa Siddique terlibat dalam sejumlah program budaya, dan mendirikan sebuah sekolah di wilayah Bagmara, bekas markas kelompok militan Jamayetul Mujahideen Bangladesh (JMB) yang dilarang pemerintah.
Sejumlah anggota JMB telah ditahan karena dianggap terlibat pembunuhan rohaniawan Katolik asal Italia tahun lalu.
Daftar "84 bolgger ateis"
Awal bulan ini seorang mahasiswa Fakultas hukum di Bangladesh yang menyatakan dirinya berpandangan sekuler tewas ditikam dengan parang dan kemudian ditembak di ibukota Bangladesh, Dhaka.

Sumber gambar, AFP
Sebelumnya, empat orang blogger tewas pada tahun lalu setelah identitasnya masuk dalam daftar 84 "blogger ateis" yang disusun oleh kelompok militan Islam pada 2013 dan telah beredar luas.
Ada juga serangan terhadap anggota kelompok minoritas Syiah, penganut ajaran sufi, Ahmadi,yah Kristen dan Hindu. Dua orang asing, yaitu seorang pekerja bantuan Italia dan seorang pria Jepang, juga ditembak mati akhir tahun lalu.
Sebuah kelompok yang menamakan diri Negara Islam telah menyatakan bertanggungjawab atas serangan tersebut, tetapi pernyataan ini belum diverifikasi secara independen.
Bangladesh secara resmi adalah negara sekuler, tetapi para pengkritiknya mengatakan pemerintah Bangladesh gagal untuk mengatasi serangan-serangan mematikan tersebut.









