Dua wartawan Turki akan menghadapi sidang

Sumber gambar, AP
Dua wartawan terkemuka Turki akan diadili dengan tuntutan membocorkan rahasia negara.
Can Dundar dan Erdem Gul, dari surat kabar Cumhuriyet, ditahan November lalu setelah laporan yang menuduh pemerintah Turki berupaya untuk mengirim senjata ke kelompok Islamis di Suriah.
Mereka membantah tuduhan tersebut namun bisa menghadapi hukuman seumur hidup jika terbukti bersalah.
Pendukung dua pria tersebut mengatakan bahwa kasus itu adalah ujian penting akan kebebasan pers di Turki.
Pemerintah Turki mendapat kritik internasional terkait perlakuannya terhadap wartawan.
- <link type="page"><caption> Polisi Turki menduduki kantor sebuah harian kritis</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160305_dunia_turki_pembredelan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Kelompok media Turki diselidiki terkait beritanya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150915_dunia_turki" platform="highweb"/></link>
Awal bulan ini, polisi Turki menggerebek kantor-kantor dari koran terbesar negara itu, Zaman, beberapa jam setelah putusan pengadilan menetapkan Zaman berada di bawah kendali pemerintah.
Presiden Recep Tayyip Erdogan mengajukan tuntutan secara pribadi terhadap dua wartawan tersebut.
Dundar dan Gul sempat ditahan sebelum pengadilan namun dibebaskan Februari lalu setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa hak mereka atas kemerdekaan dan kebebasan berekspresi sudah dilanggar.
Juru kampanye mengatakan bahwa kasus ini berlatar motif politik dan bagian dari upaya penekanan terhadap media yang kritis pada Erdogan.
Pada Kamis, puluhan penulis terkemuka mengajukan surat terbuka pada Perdana Menteri Ahmet Davutoglu, dan mendesak pemerintah untuk menghentikan tuntutan hukum pada wartawan-wartawan Cumhuriyet.









