Obama menyebut 'harapan di masa depan' bagi warga Kuba

Sumber gambar, AFP
Presiden AS Barack Obama menyebut "sebuah harapan di masa depan" bagi Kuba dalam sebuah pidato yang disiarkan secara langsung lewat televisi dari Grand Theatre di Havana.
Obama mengatakan dia datang ke Kuba untuk "mengubur sisa-sisa terakhir Perang Dingin" setelah konflik beberapa dekade.
Dia mengatakan pada Presiden Kuba Raul Castro bahwa dia tak perlu takut akan ancaman dari AS atau dari "suara warga Kuba".
Obama adalah presiden pertama AS yang mengunjungi Kuba dalam 88 tahun.
Dalam pidato di hari terakhir kunjungan di Kuba, Obama mengatakan adalah saatnya bagi Amerika Serikat dan Kuba untuk meninggalkan masa lalu dan melanjutkan "perjalanan sebagai teman dan tetangga serta bersama sebagai keluarga" menuju masa depan yang lebih cerah.
- <link type="page"><caption> Warga Kuba dan turis sambut Obama di Havana</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2016/03/160321_galeri_obama" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Seorang perempuan Kuba terima surat dari Obama</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/03/160319_majalah_perempuan_kuba_obama" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Amerika Serikat dan Kuba sepakat pulihkan penerbangan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160216_dunia_kuba_amerika" platform="highweb"/></link>
Menurut Obama, sudah waktunya kebijakan AS terhadap Kuba berubah karena tak membawa hasil dan ketinggalan zaman.
Obama juga menyerukan untuk menghapus embargo perdagangan antara Kuba dan AS yang sudah berusia 54 tahun, dan disambut dengan tepuk tangan meriah.
Embargo yang menjadi salah satu poin utama dalam hubungan AS-Kuba hanya dapat dihapuskan oleh Kongres AS.
Setelah pidato, Obama bertemu secara tertutup dengan sekelompok oposisi Kuba, bagian paling kontroversial dalam rencana perjalanan presiden AS itu di mata pemerintah Kuba.
Pada Senin, Presiden Castro tampak marah saat wartawan AS bertanya tentang tahanan politik di Kuba.
Tak terbiasa dengan pertanyaan mencecar dari media, Presiden Castro menantang wartawan itu untuk memberinya daftar tahanan politik dan membantah bahwa ada tapol di Kuba.
Beberapa jam sebelum Obama mendarat di Havana pada Minggu, petugas keamanan di Kuba menahan puluhan anggota Perempuan Berpakaian Putih, kelompok yang mengkampanyekan pembebasan tahanan politik.









