Banyak perbedaan masih 'warnai' hubungan AS-Kuba

Castro dan Obama

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Presiden Castro dan Presiden Obama tampak santai dan menebar senyum lebar.
Waktu membaca: 1 menit

Setelah menggelar perundingan resmi di Havana, baik Presiden Amerika Serikat Barack Obama maupun sejawatnya dari Kuba, Raul Castro, mengatakan meskipun kini ada momentum untuk memajukan hubungan, kedua negara masih mempunyai banyak perbedaan.

Presiden Castro menyatakan penentangan terhadap hal yang disebut sebagai blokade ekonomi jangka panjang yang diterapkan terhadap negaranya.

Adapun Presiden Obama mengatakan pihaknya melihat kemajuan yang dicapai pemerintah Kuba di sektor kesehatan dan pendidikan, tetapi ia menekankan bahwa Amerika Serikat akan tetap menyuarakan demokrasi di Kuba.

  • <link type="page"><caption> Barack Obama lakukan lawatan bersejarah di Kuba</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160320_dunia_obama_kuba" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Warga Kuba dan turis sambut Obama di Havana</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2016/03/160321_galeri_obama" platform="highweb"/></link>

Pernyataan-pernyataan tersebut dikeluarkan setelah Obama dan Castro menggelar perundingan di Havana pada Senin (21/03).

Castro dan Obama

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Castro dan Obama menyebut adanya momentum memajukan hubungan kedua negara.
Warga Kuba

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Warga Kuba dan turis antusias menyaksikan Presiden Obama melakukan tur di ibu kota Havana.
Sambutan

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Papan sambutan terpampang di berbagai sudut ibu kota Kuba.
Kendaraan Obama

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Kendaraan Obama menjadi objek perhatian penduduk Havana di sepanjang jalan yang dilalui oleh presiden AS.

Dalam lawatan tiga hari ke Kuba, Presiden Amerika Serikat Barack Obama juga mengatakan perubahan akhirnya akan terjadi di negara itu dan Presiden Raul Castro memahaminya.

Obama mengatakan ia yakin bahwa "perubahan akan terjadi di sini dan saya pikir Raul Castro tahu hal itu".

Lawatan ini merupakan kunjungan pertama presiden Amerika Serikat ke Kuba selama 88 tahun terakhir menyusul normalisasi hubungan kedua negara.