Kebijakan pengungsi Uni Eropa-Turki diprotes UNHCR

Sumber gambar, AFP
Badan pengungsi PBB (UNHCR) menunda beberapa kegiatan di Yunani sebagai protes atas kesepakatan tentang pengungsi antara Uni Eropa dan Turki.
Berdasarkan kesepakatan tersebut maka Uni Eropa akan memukimkan seorang pengungsi asal Suriah di wilayahnya untuk setiap warga Suriah yang diterima kembali masuk ke Turki.
Kesepakatan juga menetapkan semua migran yang tiba di Eropa dari Turki akan dikembalikan ke Turki.
- <link type="page"><caption> Cegah migran, Masedonia tutup perbatasan dengan Yunani</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160309_dunia_migran_masedonia" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Uni Eropa dan Turki rencanakan 'masuk satu, keluar satu'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160308_dunia_kesepakatan_pengungsi" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Jumlah pengungsi Suriah yang coba masuk Turki berlipat ganda</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160206_dunia_suriah_pengungsi" platform="highweb"/></link>
Komisaris Jenderal UNHCR, Filippo Grandi, mengatakan tidak ada orang yang seharusnya dikembalikan ke negara asalnya tanpa keinginan sendiri, khususnya jika mereka punya alasan kekhawatiran untuk kembali ke Turki.

Sumber gambar, Reuters
UNHCR juga mengatakan pusat-pusat penampungan sudah berubah menjadi pusat penahanan dan mereka menentang penahanan wajib.
Grandi menambahkan akan mempelajari kesepakatan tersebut untuk melihat apakah melanggar undang-undang internasional.
Eropa menghadapi krisis pengungsi terbesar sejak Perang Dunia II dengan satu juta lebih pendatang -sebagian besar dari Suriah- memasuki wilayah Uni Eropa secara gelap sepanjang tahun 2015.
Saat ini diperkirakan terdapat sekitar 2,5 juta pengungsi Suriah yang berada di Turki dalam upaya untuk memasuki Eropa dengan tujuan pertama Yunani.









