Bencana nuklir Fukushima: perusahaan bayar kompensasi

Tepco

Sumber gambar, Greenpeace

Keterangan gambar, Aktivis lingkungan menggelar protes terhadap Tepco beberapa tahun silam.

Sebuah pengadilan di Jepang memerintahkan operator dari pabrik nuklir Fukushima yang dilanda tsunami untuk memberi kompensasi kepada sebuah pasangan yang mengungsi karena khawatir akan radiasi, meskipun mereka tinggal di luar zona evakuasi.

Tokyo Electric Power Company (Tepco) akan membayar 30 juta yen (sekitar Rp3.5 miliar) untuk kerugian finansial dan kesehatan yang buruk.

Diduga ini merupakan kali pertama Tepco diketahui bertanggung jawab terhadap orang-orang di luar wilayah wajib evakuasi.

Pada tahun 2011 pabrik tersebut mengalami beberapa kebocoran setelah gempa dan tsunami.

Setelah itu orang-orang yang hidup dalam jangkauan 20km dari pabrik diperintahkan untuk mengungsi, tetapi ribuan orang lain secara sukarela meninggalkan rumah dan bisnis mereka karena khawatir akan terkena radiasi.

Para pengamat mengatakan keputusan yang diambil hari Kamis (19/02) tersebut bisa membuka jalan bagi lebih banyak klaim kompensasi lebih dari pengungsi.

Tertekan dan stigma

Pada April 2014 beberapa warga mulai kembali ke rumah mereka di zona eksklusi, tapi banyak daerah tetap menjadi kota hantu karena penduduknya tinggal di perumahan sementara.

Jumlah kompensasi yang diberikan kepada pasangan -yang tidak disebut namanya tapi diketahui berusia sekitar 40-an- juga jauh lebih besar dibandingkan 11 miliar yen yang diusulkan oleh lembaga bentukan pemerintah untuk menengahi perjanjian terhadap kasus kompensasi.

Menurut pengajuan tertulis, suami dari pasangan tersebut menjadi depresi dan menderita radang selaput dada setelah dievakuasi dan anak-anak mereka mendapat stigma karena terasosiasi dengan bencana nuklir Fukushima.

Tepco sudah terlibat dalam sejumlah klaim kompensasi. Pada tahun 2011, pemerintah memerintahkan Tokyo Electric membayar 1 miliar yen untuk setiap keluarga yang berada dalam radius 30km dari pabrik tersebut.