Konflik Suriah: Bashar Assad bersumpah merebut kembali seluruh negeri

Sumber gambar, AFP
Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan bahwa dia bermaksud untuk merebut kembali "seluruh negeri" dari pasukan pemberontak.
Dalam sebuah wawancara yang jarang terjadi, dia mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa untuk mengalahkan kelompok yang ingin mendongkel dirinya bakal memakan waktu lama, karena membutuhkan keterlibatan kekuatan regional.
Sejumlah negara yang memiliki pengaruh telah sepakat untuk <link type="page"><caption> mendorong penghentian permusuhan di Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160212_dunia_suriah_gencatan" platform="highweb"/></link> dalam pekan-pekan ini.
PBB mengatakan mereka berharap dapat <link type="page"><caption> memulai mengirimkan bantuan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160211_dunia_pengungsi_aleppo_palangmerah" platform="highweb"/></link> ke sejumlah daerah yang terkepung di Suriah dalam 24 jam ke depan.
Assad menyatakan dukungannya terhadap upaya perundingan damai, tetapi dia mengatakan negosiasi itu tidak berarti "kita berhenti memerangi terorisme".
'Tidak berhenti memerangi terorisme'
Juru bicara Departemen luar negeri AS, Mark Toner mengatakan Assad "tertipu" jika dia berpikir ada solusi militer untuk mengakhiri konflik.
Lebih dari 250.000 orang telah tewas dan sekitar 11 juta orang terlantar selama hampir lima tahun konflik bersenjata di Suriah.
Beberapa kota Suriah telah terputus dari bantuan kemanusiaan selama lebih dari satu tahun akibat pertempuran tersebut.

Sumber gambar, Reuters
Sekitar 13,5 juta orang di Suriah yang membutuhkan bantuan, kata PBB.
Assad berbicara di Damaskus pada Kamis (11/02), menjelang kesepakatan pada upaya penghentian permusuhan yang disepakati di Munich, Jerman, Kamis malam.
Dalam sebuah wawancara panjang, Presiden Assad berbicara tentang:
- Upaya pemerintah Suriah untuk menguasai kembali Aleppo: Dia mengatakan hal itu untuk memutus rute pasokan bantuan kelompok pemberontak dari wilayah di sekitar Turki.
- Tuduhan PBB adanya kejahatan perang: Dia mengatakan tuduhan terhadap pemerintah Suriah itu telah "dipolitisasi".
- Warga sipil Suriah yang mencari suaka di Eropa: Assad menyalahkan dukungan Eropa itu sebagai dukungan kepada "teroris" ketimbang menyelesaikan krisis.
Lebih lanjut Assad mengatakan dia "sepenuhnya percaya pada upaya negosiasi dan aksi politik dalam menyelesaikan krisis di Suriah."
"Namun, jika kita bernegosiasi, itu tidak berarti bahwa kita berhenti untuk memerangi terorisme," katanya.









