PBB khawatirkan dampak serangan Aleppo bagi penduduk

Sumber gambar, Reuters
Sekitar 300.000 orang kemungkinan tidak akan mendapatkan pasokan pangan jika pasukan pemerintah Suriah mengepung daerah kota Aleppo yang dikuasai pemberontak di Suriah utara, kata PBB.
Jalan dari Turki yang digunakan oleh Program Pangan Dunia (WFP) untuk mencapai Aleppo timur ditutup minggu lalu karena pemerintah melancarkan serangan besar-besaran.
Badan pangan tersebut saat ini memiliki jalur lain, tetapi kemungkinan jalan tersebut juga akan segera ditutup.
PBB juga meminta Turki memberikan izin masuk<link type="page"><caption> sekitar 30.000 orang yang terjebak di perbatasan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160208_dunia_suriah_pbb" platform="highweb"/></link> setelah melarikan diri dari perang.
Petugas kemanusiaan mengatakan fasilitas di perbatasan kewalahan. Banyak orang terpaksa tidur di udara terbuka padahal saat ini sedang musim dingin.
Aleppo, yang sebelumnya adalah pusat perdagangan dan industri Suriah, bisa dikatakan terpecah sejak tahun 2012.
Pemerintah menguasai bagian barat dan kelompok pemberontak di wilayah timur.
Delapan hari lalu, militer Suriah dan milisi pendukungnya, dengan bantuan serangan udara Rusia, memulai penyerangan terhadap Aleppo barat laut.
Aksi ini menghentikan pengepungan yang telah lama berlangsung terhadap dua kota propemerintah dan memutus jalur pasokan pemberontak ke kota itu.
Mereka kemudian bergerak maju ke arah perbatasan Turki.
Dan pada hari Senin (08/02) mereka dilaporkan berada hanya pada jarak 25km, yang merupakan posisi terdekat sejak akhir tahun 2013.









