Ratusan unjuk rasa menentang deportasi bayi di Australia

Sumber gambar, Reuters
Ratusan orang berkumpul di sebuah rumah sakit di Australia untuk menunjukkan dukungan terhadap para dokter yang menolak mengeluarkan seorang bayi perempuan yang kemungkinan akan dideportasi.
Para dokter mengatakan anak tersebut tidak akan dikeluarkan sampai sebuah rumah yang layak ditemukan untuknya.
Bayi itu mengalami <link type="page"><caption> luka bakar serius di pusat migran pulau Pasifik, Nauru.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151110_dunia_australia_suaka" platform="highweb"/></link>
Kebijakan Australia untuk menaruh migran di pusat penahanan di luar negara itu dikecam keras, tetapi pemerintah menyatakan hal ini perlu dilakukan untuk mencegah orang mencapai Australia dengan menggunakan kapal yang tidak aman.
Australia juga berupaya menghentikan laju para pengungsi dan pencari suaka dengan mencegat mereka di lautan dan disuruh berputar balik atau dibawa ke fasilitas penahanan lain, seperti Pulau Manus di Papua Nugini.
Tahun lalu, beberapa negara menggunakan forum PBB untuk mengecam kebijakan pencari suaka pemerintah Australia.
Amerika Serikat, Inggris dan negara-negara lain mengatakan Australia harus berhenti membalikkan arah kapal migran dan penggunaan pusat penahanan lepas pantai.





