Presiden Rouhani serukan hubungan baru Iran-Prancis

Presiden Hassan Rouhani

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Presiden Hassan Rouhani mengatakan siap untuk 'membalikkan halaman'.

Presiden Iran, Hassan Rouhani, menyerukan hubungan yang baru dengan Prancis dalam pertemuan dengan para pemimpin bisnis di Paris.

Menyusul <link type="page"><caption> pencabutan sanksi Barat atas Iran sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160117_dunia_iran_babakbaru" platform="highweb"/></link> Iran mulai menjajaki upaya untuk meningkatkan perekonomian, antara lain ke Cina, Italia, dan Prancis.

"Kami siap untuk membalikkan halaman dan menyusun sebuah hubungan baru antara negara kami," jelas Rouhani, Kamis 28 Januari.

Dan akan ditandatangani kesepakatan bahwa industri mobil Prancis, Peugeot, akan kembali membuka pabriknya bersama mitra lokal degan nilai 400 juta euro atau sekitar Rp6,5 triliun dengan produksi pertama diperkirakan tahun 2017.

Presiden Hassan Rouhani

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pertemuan Presiden Rouhani dan Presiden Hollande diperkirakan juga akan membahas konflik Suriah.

Kesepakatan ini akan membuat Peugeot -yang mundur dari Iran tahun 2012 lalu- sebagai perusahan Barat pertama yang mengumumkan akan kembali beroperasi Iran setelah pencabutan sanksi Barat.

Sebelumnya dilaporkan <link type="page"><caption> Iran juga akan menandatangani pemesanan lebih dari 100 pesawat terbang buatan Airbus. </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160127_dunia_iran_prancis_rouhani" platform="highweb"/></link>

Selain membawa misi ekonomi, Presiden Rouhani juga akan bertemu dengan Presiden Prancis, Francois Hollande, yang diperkirakan antara lain membahas peran Iran di Suriah.

Iran merupakan salah satu pendukung Presiden Bashar al-Assad dalam konflik di Suriah yang sejauh ini diperkirakan sudah menewaskan 260.000 jiwa.