Milisi ISIS lancarkan serangan balasan di Irak

Militer Irak merebut Kota Ramadi akhir Desember lalu.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Militer Irak merebut Kota Ramadi akhir Desember lalu.

Sejumlah anggota kelompok milisi ISIS melancarkan serangan balasan di pinggiran Kota Ramadi sepekan setelah kota tersebut direbut militer Irak.

Sebagian besar serangan, sebagaimana dipaparkan juru bicara militer koalisi pimpinan Amerika Serikat, Kolonel Steve Warren, kepada kantor berita AFP, berlangsung di bagian utara dan timur Kota Ramadi.

Sejauh ini, tambah Warren, militer Irak telah berhasil menangkis semua serangan, termasuk <link type="page"><caption> gempuran ke sebuah pangkalan militer </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160102_dunia_isis_irak" platform="highweb"/></link>dekat Kota Ramadi, pada Jumat (01/01). Gempuran itu dilancarkan aggota ISIS dengan taktik bom bunuh diri baik menggunakan mobil maupun sabuk berisi bahan peledak.

Thomas Fessy, wartawan BBC yang baru kembali dari Ramadi, mengatakan pertempuran terus berlanjut dan korban banyak berjatuhan. Rumah-rumah juga banyak yang rusak sehingga warga bersembunyi di reruntuhan selama berhari-hari.

Pertempuran terus berlanjut di Ramadi dan sekitarnya.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pertempuran terus berlanjut di Ramadi dan sekitarnya.
Rumah-rumah banyak yang hancur sehingga warga bersembunyi di reruntuhan.
Keterangan gambar, Rumah-rumah banyak yang hancur sehingga warga bersembunyi di reruntuhan.

“Bendera nasional (Irak) kembali berkibar di sebagian besar wilayah kota, tapi di garis depan kami melihat bendera hitam ISIS berkibar kurang 100 meter dari pasukan Irak,” kata Fessy.

Serangan balasan itu disebut-sebut sebagai serangan terbesar yang dilancarkan ISIS <link type="page"><caption> sejak Kota Ramadi direbut militer Irak</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151227_dunia_irak_ramadi" platform="highweb"/></link>.

Analis BBC di kawasan Timur Tengah, Sebastian Usher, mengatakan rangkaian insiden itu menunjukkan besarnya tugas yang diemban pasukan Irak. Apalagi mengingat jumlah milisi ISIS tidak diketahui.