Amerika Serikat klaim serangan udara tewaskan 10 pentolan ISIS

Sumber gambar, AFP
Militer Amerika Serikat mengatakan serangan udara koalisi pimpinannya di Suriah dan Irak menewaskan dua petinggi kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) yang dikaitkan dengan serangan Paris pada 13 November lalu.
Di samping dua orang itu, terdapat delapan pentolan lain yang juga tewas dalam serangan yang ditargetkan secara khusus.
Juru bicara pasukan koalisi Kolonel Steve Warren mengatakan salah satu di antara mereka adalah Charaffe al Mouadan, seorang militan warga negara Prancis yang berbasis di Suriah. Ia, yang dikenal dengan nama Souleymane, diyakini memiliki hubungan langsung dengan otak serangan Paris, <link type="page"><caption> Abdelhamid Abaaoud</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151208_dunia_abaaoud_yunani" platform="highweb"/></link>.
"Di samping operasi taktis, kami juga menyerang pentolan dengan cara memburu dan membunuh para pemimpin ISIS," kata Kolonel Steve Warren.
"Selama satu bulan terakhir, kami membunuh 10 pentolan ISIS melalui serangan udara yang ditargetkan, termasuk perencana serangan-serangan di luar, sebagian terkait dengan serangan Paris. Beberapa orang lainnya merancang serangan lanjutan terhadap Barat," tambahnya dalam keterangan yang disampaikan dari Baghdad, Irak, pada Selasa (29/12).

Sumber gambar, AFP
Pentolan ISIS yang juga tewas dan memiliki kaitan dengan komplotan pelaku serangkaian serangan di Paris, lanjutnya, adalah Abdul Qader Hakim. Ia tewas dalam serangan udara di Mosul, Irak.
Dalam serangan udara pada 10 Desember, seorang insinyur komputer asal Bangladesh yang mengecam pendidikan di Inggris tewas. Warga Bangladesh itu diyakini membantu operasi peretasan ISIS, teknologi antimata-mata dan pengembangan senjata.





