Ditemukan, alat pelacak pada perangkat lunak buatan Korea Utara

Sumber gambar, Reuters
Analisis terhadap sistem operasi komputer buatan Korea Utara memperlihatkan adanya perangkat yang dapat melacak dokumen secara offline.
Sistem operasi bernama Red Star itu dirancang untuk meniru sistem Apple OS X, tetapi fitur tersembunyi di dalamnya bisa menandai dokumen dan menghubungkannya dengan penggunanya.
Perangkat tersembunyi ini ditemukan oleh dua orang peneliti Jerman yang menganalisis sistem operasi itu bulan lalu.
Mereka menyajikan penemuannya pada Chaos Communication Congress hari Minggu (27/12).
Sistem buatan Korea Utara ini cukup berhasil meniru rancangan dan fungsi komputer Apple, menurut Florian Grunow dan Niklaus Schiess yang membedahnya.
Namun dokumen yang diunggah ke sistem melalui penyimpan data USB dapat ditandai, membuat pemerintah Korea Utara bisa melacak perjalanan dokumen tersebut dari satu mesin ke mesin lain.
Red Star juga mampu mendeteksi dokumen yang tak diundang dan menghapusnya tanpa membutuhkan persetujuan pengguna.
Fungsi penandaan (watermarking) biasanya digunakan untuk mencegah penyebaran film dan musik secara offline.
Namun kedua peneliti itu menemukan fungsi yang lebih canggih di sistem Red Star ini yang bisa menghubungkan file ke pengguna secara individual.
Ide untuk memiliki sistem operasi komputer mandiri ini diprakarsai pertamakali oleh almarhum Presiden Korea Utara Kim Jong-Il.









