Sekjen PBB dikabarkan akan kunjungi Korea Utara

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Ban Ki-moon disebut-sebut akan menjadi sekjen PBB pertama yang mengunjungi Korea Utara dalam dua dekade terakhir.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki-moon, berencana mengunjungi Korea Utara pekan ini.

Rencana tersebut dilaporkan kantor berita Korea Selatan Yonhap yang mengutip pejabat senior PBB, namun PBB belum memberikan komentar resmi.

Dalam laporan, dikatakan Ban akan menemui pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam lawatannya itu. Tidak dicantumkan tanggal pasti kunjungan tersebut.

Jika kabar ini benar, kunjungan tersebut akan jadi yang pertama bagi seorang Sekjen PBB selama dua dekade terakhir.

Pada Mei, Korea Utara membatalkan lawatan Ban Ki-moon sehari sebelum dia dijadwalkan tiba.

Kabar lawatan Ban Ki-moon mengemuka beberapa pekan setelah Marzuki Darusman yang menjabat sebagai pelapor khusus HAM di Korea Utara, mengatakan sebanyak <link type="page"><caption> 50.000 orang Korea Utara telah dikirim ke luar negeri</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151029_dunia_korut" platform="highweb"/></link> untuk bekerja dalam kondisi yang dapat dianggap sebagai "kerja paksa".

Puluhan ribu orang Korut ini sebagian besar bekerja di Cina dan Rusia, terutama di industri pertambangan, tekstil dan konstruksi.

Dia memperkirakan bahwa Korea Utara mendapatkan sekitar US$1,2 milliar atau sekitar Rp16 trilliun dari sistem pekerja asing setiap tahun.

Korea Utara mendapat sanksi keras dari PBB, Uni Eropa, dan Amerika Serikat atas percobaan nuklirnya.

PBB berpihak kepada Korea Selatan selama Perang Korea, yang berlangsung tahun 1950 sampai 1953 dan berujung pada pemisahan Semenanjung Korea ke dalam dua negara.